New York Comic Con 2018 Hadirkan Panel Khusus Seniman dan Kreator Muslim

gomuslim.co.id- Muslim AS turut serta dalam ajang New York Comic Con yang berlangsung pada tanggal 4 sampai 7 Oktober 2018. Pertama kalinya dalam sejarah perkumpulan budaya terbesar ini, ada panel semua Muslim yang membahas anime, komik, fandom, dan budaya Muslim.

Panel bertajuk ‘Salaam Nerds & Geeks: Islam, Fandom, Komik & Budaya Populer’ dimoderatori oleh Dr. Shamika Mitchell dari Universitas Negeri New York (SUNY), kampus Rockland. Panel ini fokus pada berbagai aspek fandom dan para pencipta dan penggemar Muslim.

Panel ini rumah berbagai seniman dan kritikus budaya berbagi perspektif mereka pada budaya kreatif Muslim AS. Mereka yang hadir seperti pencipta buku komik, kartunis, penulis, pemain game, dan cosplayer Muslim.

Komik merupakan industri kreatif yang sangat besar dengan kumpulan penggemar yang konsisten. Komikus Muslim, Omar Mirza berbicara tentang motivasinya untuk menciptakan buku komiknya seri Zindan: The Ansaars terakhir.

“Katalis nyata untuk membuat proyek seperti ini mungkin adalah dunia pasca-9/11 ini. Pra-9/11, saya tidak benar-benar berpikir kami akan termotivasi untuk mencoba berbagi cerita kami,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Aboutislam, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, ada banyak kesalahpahaman tentang Islam dan Muslim di media. Ia berpikir bahwa fasilitas yang sangat bagus untuk mengatasi atau memerangi itu adalah melalui budaya pop fandom. Untuk itu, ia mencoba untuk menormalkan dan bahkan memanusiakan pengalaman Islam sehingga orang tidak melihat muslim sebagai orang asing dan menakutkan

Adil Imtiaz menjelaskan motivasinya untuk meluncurkan seri buku komik Baraaq. “Jika Anda melihat film seperti Batman vs Superman atau Ironman pertama, ada adegan Muslim yang memperkuat stereotip tentang budaya Muslim,” katanya.

Ia kemudian bereksperimen untuk melihat respons seperti apa yang akan didapatkannya. “Alhamdulillah, tanggapannya sangat luar biasa di seluruh dunia. Kemudian kami memutuskan untuk beralih ke animasi. Kami sedang mengerjakan seri web," ungkapnya

Tidak semua seniman Muslim berusaha untuk menciptakan konten Islami secara eksplisit, tetapi suara mereka masih menjadi bagian dari budaya. "Saya hanya suka membuat gambar dan cetakan," kata desainer grafis dan artis manga Hameedah Poulos.

Sementara itu, Mitchell menyebut bahwa fandom itu tidak selalu harus sekuler. Menurutnya, ada orang-orang yang menggunakan komik untuk berbicara tentang hal-hal dari perspektif yang lebih religius, tetapi kemudian ada juga ruang bagi orang-orang untuk tidak.

New York Comic Con adalah salah satu dari banyak kegiatan yang digelar di seluruh dunia. Mitchell menyebutkan Comic Con ini juga ada UEA, Malaysia, dan Indonesia yang memiliki komik secara konsisten. Selain itu, ada juga Nigeria, Mesir dan Mali.

Bager menyebutkan bahwa Arab Saudi menjadi tuan rumah Comik Con kedua tahun ini. “Kami adalah orang-orang yang menciptakan komik dan hal-hal lain di negara ini. Kami membuat komik dan animasi versi kami sendiri," ungkapnya. (njs/aboutislam)


Back to Top