The Mosquers Film Festival Pamerkan Karya Sutradara Muslim

gomuslim.co.id- Mosquers Film Festival memamerkan film-film berkonten Islami. Film ini mengeksplorasi sisi lain dari pengalaman Muslim.  The Mosquers adalah festival film tahunan berbasis di Edmonton, Kanada yang didedikasikan untuk mempromosikan film yang dibuat sutradara Muslim.

Tujuan utama festival itu adalah menghilangkan mitos-mitos tentang Muslim. Selain itu, memberi perhatian kepada para pembuat film Muslim dan komunitas Muslim secara luas, baik di Kanada maupun di luar negeri.

Menurut salah satu direktur, Hamadi Arrafi mengatakan konten dan gaya film di The Mosquers terus meningkat dalam berbagai sisi sejak awal festival.

“Awalnya, The Mosquers hanya informatif, tetapi sekarang kita melihat peserta mengambil aspek yang lebih kreatif dari pembuatan film,” tutur Arrafi, seperti dilansir dari publikasi The Gateway Online pada Kamis, (11/10/2018).

Ia mendapat kiriman kisah lebih dramatis atau komedi ihwal bagaimana menjadi subjek Muslim di dunia modern. The Mosquers menerima banyak kiriman karya dari para pembuat film Muslim di Kanada, Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah.

Namun, ia masih mendorong konten kreatif dari pembuat film Muslim setempat, seperti dengan adanya penghargaan Best Local Picture yang memberikan hadiah 1.000 dolar AS kepada pembuat film Albertan. The Mosquers berakar di Universitas Arizona.

Kemudian, pada 2006, sekelompok mahasiswa Muslim menyaksikan penggambaran media massa tentang Muslim sebagai teroris atau kelompok ekstremis. Dengan dorongan dari komunitas Muslim Edmonton, mereka mendirikan Mosquers Film Festival, menampilkan film pendek dengan anggaran rendah di SUBstage dengan misi mendidik orang tentang realitas pengalaman Muslim. Akhirnya, festival diperluas dan menampilkan kiriman dari para pembuat film Muslim di Kanada dan di luar negeri.

Duta besar kampus, Anoosha Khan mengatakan festival tersebut menjawab mitos-mitos tentang Muslim.

“(Festival ini) bertujuan memberikan platform kepada para pencipta dan pembuat film Muslim untuk memamerkan karya seni mereka,” ujar Khan.

Tak hanya mempromosikan festival film, Khan juga berencana menyelenggarakan lokakarya produksi film untuk membantu para pembuat film Muslim dan lainnya meningkatkan keterampilan.

“Di masa lalu, di komunitas Muslim, saya merasa seperti seni dan pembuatan film dan bidang kreatif telah diabaikan. Seni kreatif adalah alat mengirim pesan yang dapat ditafsirkan dan dimengerti oleh siapa saja,” tandasnya. (nat/thegatewayonline/dbs/foto:IRIC)

 


Back to Top