Kawasan Braga Akan Jadi Kawasan Wisata Halal Baru di Kota Bandung

gomuslim.co.id- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung setiap tahunnya berjumlah 6 juta. Di tahun 2017 meningkat jadi 6,9 juta wisatawan dan tahun depan ditargetkan ada 8 juta wisatawan yang berkunjung ke Bandung.

"Cuaca yang sejuk dan penduduk ramah itu masih jadi daya tarik, saat ini kita punya potensi 1.700 bangunan cagar budaya, 625 lingkungan seni, 600 komunitas kreatif, dan sekitar 2.600 objek kebudayaan," tutur Kenny dalam Acara Road To Indonesia Tourism Outlook di Bandung, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, ada 6 kawasan strategis investasi di Kota Bandung, di antaranya, Bandung Utara di Dago Utara berupa kawasan ekowisata, Ganesha—Gedung Sate (kawasan pariwisata pendidikan dan sejarah), jalan Riau (kuliner dan belanja), lalu ada pula alun-alun (kawasan pariwisata warisan budaya) dan kawasan pariwisata budaya tradisional (Ujungberung) serta kawasan pariwisata konvensi dan olahraga (Gedebage). Selain itu terdapat 15 kawasan yang ditetapkan menjadi rencana kawasan pengembangan pariwisata daerah.

Namun, tantangannya Kota Bandung saat ini adalah macet. Ini sudah dirasakan, tapi pihaknya akan jadikan peluang investasi, munculnya kemacetan itu karena tidak adanya lahan parkir.

“Setiap taman atau objek wisata yg diresmikan sayangnya tidak diikuti dengan tempat parkir, transportasi masal juga belum terintegrasi, kami akan menawarkan investor untuk memberikan transportasi massal serta akan ada train dalam kota sehingga menjadi daya tarik baru di Bandung,” papar Kenny.

Dalam dua bulan ke depan akan ada rencana pengembangan berupa wisata halal dan distrik wisata yakni budaya dan kreatif. Kecamatan Sumur Bandung, tepatnya di kawasan Braga, akan dilakukan pemberdayaan masyarakat sehingga menjadi base community.

"Wisata halal kami akan berkolaborasi dengan dinas kesehatan, dinas PU, membuat pembenahan toilet umum, kami berani punya potensi wisata halal karena SDM-nya luar bisa tinggal meningkatkan pembinaan. Kami juga membuat aplikasi soal calendar of event di Bandung sehingga memudahkan wisatawan mengetahui informasi pariwisata," ujar Kenny. (nat/sindo/dbs/foto:sebandung)


Back to Top