Bayt Alquran dan Museum Istiqlal Gelar Pesta Budaya Melayu di Singapura

gomuslim.co.id - Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) melalui Bayt Alquran dan Museum Istiqlal (BQMI) turut berpartisipasi dalam perhelatan Pesta Budaya Melayu yang diselenggarakan oleh The Malay Heritage Center (Taman Warisan Melayu) di Singapura. Pesta Budaya Melayu berlangsung 16 hari, 12 - 28 Oktober 2018, di Taman Warisan Melayu.

Kegiatan ini dibuka Presiden Republik Singapura, Mdm Halimah Yaqub pada Jumat, 12 Oktober 2018 di kawasan Masjid Sultan. Pesta Budaya Melayu kali ini mengangkat tema, “Undangan ke Baitullah; Sejarah Haji dari Dunia Melayu ke Mekkah”.

Pameran menyajikan sejarah, jaringan sosial-ekonomi dan tradisi budaya terkait perjalanan haji dari tanah Melayu menuju tanah suci Mekkah. Event pameran ini diikuti lima negara, yaitu: Singapura, Brunei, Malaysia, Belanda/Leiden, dan Indonesia atau BQMI. Tidak kurang seratus kolek dipamerkan dalam pameran ini.

“BQMI sendiri meminjamkan 19 koleksi yang terdiri dari artefak perhajian. Koleksi tersebut dipilih karena memiliki nilai sejarah, budaya dan material yang sangat tinggi terkait perhajian,” ujar Kasi Publikasi BQMI Saefuddin Ilmi sebagai penanggung jawab delegasi Indonesia, dalam keterangan resmi Senin (15/10/2018).

Di antara koleksi BQMI yang dipamerkan adalah kiswah Kabah, lukisan "thowaf", kopyah haji dari berbagai daerah, dan lain-lain. Lokasi Taman Warisan Melayu Singapura sendiri dulunya adalah Istana Kampong Gelam.

Menurut Saefuddin, pameran ini memaparkan peran penting Kampong Gelam sebagai bandar pelabuhan utama. Di pelabuhan ini, umat Islam dari seluruh kepulauan Melayu berkumpul dan mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji dengan menaiki kapal ke Mekkah.  “Hal itu berlangsung pada akhir abad ke-19 hingga awal tahun 1970-an,” tutur Saefuddin.

Selain pameran perhajian, pesta budaya Melayu ini menampilkan berbagai pentas seni budaya dan kuliah umum tentang budaya dan tradisi haji di Melayu. Keikutsertaan BQMI dalam perhelatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan dalam mengenalkan tradisi Islam di kawasan Nusantara. (njs/kemenag)


Back to Top