DMI Akan Bangun Masjid Semipermanen Tahan Gempa Pasca Bencana di Sulteng

gomuslim.co.id - Pasca bencana alam di Sulawesi Tengah (Sulteng), Dewan Masjid Indonesia (DMI) berencana membangun sejumlah masjid di daerah-daerah terdampak gempa. Pekan lalu, DMI sudah menurunkan tim untuk melakukan pendataan lapangan dan identifikasi kebutuhan rumah ibadah di daerah terdampak gempa.

Sekertaris Jenderal (Sekjen) DMI Imam Addaruqutni mengatakan saat ini DMI sudah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan lapangan dan melakukan identifikasi.

“Sejumlah anggota DMI yang berprofesi sebagai arsitektur tengah merancang bangunan masjid atau mushola semi permanen yang tahan gempa,” ujar Imam, Senin (15/10/2018).

Kemudian, apabila tim sudah mengumpulkan kebutuhan data, DMI segera mempresentasikannya pada pemerintah daerah.

DMI belum menentukan di mana saja lokasi pembangunan masjid semipermanen itu. Sebab, DMI masih menunggu identifikasi lebih lanjut ihwal kerusakan dan lokasi yang bisa berdiri fasilitas umum. Identifikasi itu baik dari tim lapangan maupun Badan Nasional Penanggulangan Bendana (BNPB).

“Belum sampai pada bangun di mana tempatnya. Kita tak bisa membuat posisi menunjuk langsung tempatnya, itu berhubungan dengan otoritas daerah juga,” ujar Imam.

 

Baca juga:

Generasi Milenial Jadi Target DMI Ramaikan Gerakan Subuh Berjamaah

 

Rencananya, bangunan masjid dan mushola sifatnya semipermanen. Namun, bangunan itu bisa dengan mudah dijadikan bangunan permanen atau dibongkar.

“Sejauh ini DMI tidak menargetkan tenggat waktu untuk memulai pembangunan masjid. Sebab, DMI menerima masukan dari berbagai sudut pandang, seperti, tim lapangan, masyarakat setempat, pemerintah daerah, BNPB,” tuturnya.

Terkait berapa banyak bangunan masjid atau mushala yang akan dibangun, Imam mengatakan DMI menyesuaikan dengan kemampuan dana dan donasi dari para donatur. Ia mempersilakan masyarakat yang tertarik ikut menjadi donatur bisa menghubungi DMI.

Berdasarkan data rilis BNPB dampak gempa dan tsunami Palu-Donggala pada 11 Oktober lalu, sebanyak 99 fasilitas peribadatan rusak, 22 fasilitas kesehatan rusak, 662 sekolah rusak, 67.310 rumah rusak. Sebanyak 18.353 orang melakukan evakuasi ke luar daerah, 87.725 orang mengungsi, 680 orang hilang, 2.073 jiwa dimakamkan, dan 10.679 orang terluka.  (nat/rep/dmi/dbs/foto:liputan6)

 

Baca juga:

Permudah Cari Masjid Terdekat, Ini Aplikasi dari DMI 

 


Back to Top