Ini Dua Saham Emiten Baru yang Masuk Daftar Efek Syariah

gomuslim.co.id – Perkembangan efek syariah di Tanah Air terus meningkat. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya saham emiten syariah baru. Baru-baru ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) dan PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) sebagai efek syariah.

Kedua saham emiten baru ini tertuang dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait penetapan efek syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-58/D.04/2018 tentang Penetapan Saham PT HK Metals Utama Tbk. sebagai Efek Syariah.

Dengan dikeluarkannya keputusan tersebut, maka efek tersebut masuk dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-24/D.04/2018 tanggal 24 Mei 2018 tentang Daftar Efek Syariah.

"Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan oleh PT HK Metals Utama Tbk.," tulis OJK dalam pernyataan resmi, Jumat (19/10/2018).

Adapun sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari emiten maupun dari pihak–pihak lainnya yang dapat dipercaya.

 

Baca juga:

OJK Tetapkan Saham KPAS dan Superkrane sebagai Efek Syariah


Secara periodik, OJK akan melakukan review atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari emiten atau perusahaan publik.

Penelaahan atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

HK Metals adalah emiten yang bergerak di sektor perdagangan jasa, pembangunan serta industri metal, baja dan besi. Perusahaan ini listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober  2018. (njs/bisnis/ojk/foto:beritasatu)

 

Baca juga:

OJK Resmikan Saham Pollux Properti Indonesia sebagai Efek Syariah 

 


Back to Top