Terkait IPO Dua Bank Syariah, OJK Ingatkan Kesiapan Perusahaan 

gomuslim.co.id - BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah berencana akan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 2019 mendatang. Namun, keputusan ini masih mengambang mengingat tahun depan berbarengan dengan pemilihan umum (pemilu).

Merespon hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator mengingatkan kesiapan perusahaan setiap akan melakukan IPO. Tidak hanya membawa segudang manfaat, melainkan juga kesiapan untuk menjalankan keterbukaan bagi publik.

Menurut Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Fadilah Kartikasasi, pertimbangan untuk masuk bursa meliputi banyak faktor. Tidak hanya politik, tapi juga kondisi makro ekonomi dan ekonomi global. Selain itu, juga kesiapan dari perusahaan dari berbagai aspek.

IPO sendiri memberikan manfaat dapat meningkatkan peluang untuk berkembang. Bagi bank syariah, IPO akan menambah permodalan, dan otomatis bisa menaikkan BUKU bank yang dampaknya pada kegiatan usaha bank akan menjadi banyak.

"Tapi harus dilihat juga tingkat kebutuhan permodalannya dan konsekuensi sebuah perusahaan menjadi go public, aturan keterbukaan di pasar modal dan GCG yang harus dipenuhi juga banyak, jadi mereka harus siap," ujarnya, Senin (22/10/2018).

 

Baca juga:

Regulator Diminta Pertimbangkan Kewajiban Spin Off Unit Syariah

 

Data OJK sampai dengan akhir Desember 2017 mencatat, jumlah saham syariah sebanyak 382 saham. Peluang untuk investor syariah pun terus meningkat. Tercatat pertumbuhan investor yang menginvestasikan dananya pada instrumen investasi pasar modal syariah meningkat sebesar 37 persen pada tahun lalu.

Jumlah saham syariah tergantung dari banyaknya IPO. Jika banyak perusahaan yang masuk bursa dan sahamnya memenuhi kriteria syariah maka daftar saham syariah akan bertambah.

Fadilah mengatakan OJK tidak menargetkan jumlah saham syariah. Pasalnya hal itu tidak bisa dikendalikan oleh OJK. "Kami sebatas sosialisasi kepada bank-bank syariah dan tentunya pendampingan jika diperlukan, hingga saat ini belum ada perbankan yang menjalani pendampingan OJK, mungkin masih wait and see," katanya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Herry Sidharta mengatakan pihaknya terus meninjau rencana anak perusahaannya melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) untuk meningkatkan permodalan.

"Untuk 2019, memang mau kami coba sebagai milestone. Kami akan lihat nanti situasi dan kondisinya seberapa jauh karena kita tahu 2019 ini posisinya kan ada Pemilu dan Pilpres, jadi kami melihat ke arah sana," ujar Herry. (njs/rep/cnbc/foto:mysharing)

 

Baca juga:

OJK Tetapkan Saham KPAS dan Superkrane sebagai Efek Syariah


Back to Top