Token Syariah Pertama di Dunia Ini Luncurkan Aplikasi Mobile di 57 Negara OKI

gomuslim.co.id- Token syariah pertama di dunia, Noorcoin baru-baru ini meluncurkan demo Aplikasi mobile-nya untuk 57 Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Peluncuran dilakukan pada sesi tahunan the Islamic Chamber of Commerce, Industry & Agriculture (ICCIA) OKI beberapa waktu lalu.

Menurut Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Noorcoin, Sofia Koswara, negara-negara anggota OKI, seperti Brunei dan Kerajaan Arab Saudi telah secara serius mengenai penggunaan Noorcoin. Ia menyebut bank-bank di Arab Saudi dan Dewan Zakat negara tersebut telah mulai berpikir untuk menggunakan uang digital sebagai alternatif dari finansial jangka panjang.

“Kami percaya bahwa setelah demo aplikasi selesai, Noorcoin akan mencapai percepatan dalam beberapa bulan kedepan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

pada tanggal 22-23  Oktober 2018 di Jakarta. OKI adalah organisasi antar-negara terbesar kedua di dunia setelah Perserikatan Bangsa Bangsa. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari 57 negara anggota OKI.

Sementara itu, Chief Operations Officer (COO) Noorcoin, Thomas Yudhistira mengatakan, tujuan demo aplikasi ini tidak hanya untuk menguji masalah teknologi, namun juga budaya dan lingkungan peraturan perundangan di setiap 57 negara anggota OKI. “Sebagai contoh, terdapat kesalahpahaman yang umum terjadi di timur tengah terhadap mata uang digital karena dianggap bertentangan dengan hukum Syariah,” jelasnya. 

Ia menambahkan, seorang ahli hukum Islam tersertifikasi Muhammad Abu Bakar dalam sebuah laporan mengatakan bahwa cryptocurrencies dibolehkan oleh hukum Syariah. “Noorcoin dikembangkan dengan kepatuhan akan hukum Syariah sehingga kami yakin kami bisa patuh pada peraturan Syariah nasional negara yang bersangkutan, yang akan dibuktikan dengan testnet ini,” katanya.

 

Baca juga:

Dorong Perekonomian Syariah, ICCIA Gelar Sidang Tahunan di Jakarta


Pada kesempatan yang sama, Chief Business Development Officer (CBDO) Noorcoin, Iskandar Purnomohadi mengatakan demo aplikasi dijalankan menggunakan Ethereum Virtual Server dan Ethereum Ropsten Testnet sebelum implementasi penuh dan transisi ke platform blockchain Zilliqa sekitar kuartal pertama 2019.

Menurut dia, hal ini untuk menunjukkan potensi dari demo aplikasi mobile Noorcoin dan manfaatnya bagi komunitas Muslim. Pada tahap berikutnya setelah ICO, Noorcoin juga berencana untuk menjamin mata uang digitalnya dengan emas, untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan bagi para pemegang Noorcoin.

Sebagai bagian dari peluncuran, Noorcoin dianugrahi penghargaan rekor dunia oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai Token Syariah Pertama di Dunia dengan Teknologi Canggihnya.

Mulai November 2019, Noorcoin akan menjadi mata uang digital yang paling populer dan terparcaya dengan teknologi terkini untuk berdampak positif dan berpengaruh bagi populasi 1.8 milyar Muslim sedunia. (njs/industry/liputan6/rilis/foto:industry)

 

Baca juga:

IMF Bahas Potensi Keuangan Syariah untuk Dorong SDGs


Back to Top