Ulama Aceh Fatwakan Pembuat dan Penyebar Hoaks Hukumnya Haram

gomuslim.co.id - Saat ini penyebaran berita bohong atau hoaks meresahkan  masyarakat. Hal ini membuat Ulama Aceh yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) memfatwakan bahwa hoaks atau berita bohong hukumnya haram.

"Kami sudah duduk merancang dan merumuskan fatwa bahwa hoaks merupakan perbuatan haram," kata

Ketua MPU Aceh, Prof Tgk H Muslim Ibrahim mengatakan pihaknya sudah duduk merancang dan merumuskan fatwa bahwa hoaks merupakan perbuatan haram.

“Fatwa haram ditujukan kepada pembuat dan penyebar hoaks, termasuk kepada mereka yang sudah mengetahui informasi yang diterima berita bohong, tetapi juga menyebarkannya,” ujar Muslim, di Banda Aceh, Rabu (07/11/2018).

 

Baca juga:

Jadi Penangkal Hoax, Fikih Jurnalistik dan Komunikasi Perkaya Kode Etik Jurnalistik

 

Muslim menambahkan, pengaturan hoaks sudah diatur dalam Islam sejak 15 abad silam. Fatwa dikeluarkan untuk mengingatkan pembuatan dan penyebaran hoaks adalah haram.

"Fatwa hoaks ini dikeluarkan bukan karena ada musim politik Pemilu 2019, tetapi bagaimana mengulang dan mengingatkan masyarakat tidak membuat dan menyebarkan berita bohong," lanjutnya.

Sementara, Wakil Ketua MPU, Tgk H Faisal Ali mengatakan dalam fatwa tersebut juga disebutkan kriteria hoaks, yakni berita bohong yang dikemas untuk hal tertentu.

"Berita bohong itu ditujukan seperti untuk penistaan, menyudutkan orang tertentu, serta lainnya yang kebenarannya tidak ada," katanya.

Selain itu, kriteria berita bohong lainnya tidak ada di media massa resmi. Sebab, berita-berita media massa resmi sudah jelas kebenarannya informasi yang disampaikan.

"Hoaks ini jelas hukumnya haram. Karena itu, kami mengimbau masyarakat mengecek kebenaran sebuah berita atau informasi yang diterima sebelum menyebarkannya," pungkas Faisal. (nat/antara/dbs/foto:plukme)

 

Baca juga:

Berantas Berita Hoax, MUI Segera Keluarkan Pedoman Bermuamalah di Media Sosial

 


Back to Top