Dompet Dhuafa Ajak Generasi Milenial Tingkatkan Taraf Hidup Dhuafa Lewat Gerakan Zakat

gomuslim.co.id – Dompet Dhuafa mendorong kaum millennial untuk menjadikan zakat, sedekah dan infak sebagai gaya hidup kekinian. Hal ini menginat peran millennial yang cukup penting dalam menggerakan banyak dinamika dalam satu dekade dekade terakhir.

Direktur Mobilisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Dompet Dhuafa Bambang Suherman mengatakan bahwa pihaknya siap merangkul kaum muda millenial baik dari korporasi, LAZ, komunitas, BDI, ormas, dan yayasan untuk bergabung dalam agenda gerakan zakat. Ia menyebut, zakat menjadi salah satu media yang dapat mengangkat martabat dhuafa.

“Ini merupakan tantangan Dompet Dhuafa untuk menjawab panggilan zaman. Keterlibatan kaum millenials baik secara langsung atau tidak langsung bisa menguatkan, meningkatkan, dan menumbuhkan penghimpunan dari potensi zakat di Indonesia,” ujarnya dalam Talkshow  bertajuk ‘Millenial, Lifestyle, Zakat’ di Jakarta, (05/12/2018).

Bambang menambahkan, sebagai Lembaga penghimpun zakat, Dompet Dhuafa akan bekerjasama dengan berbagai pihak, instansi dan Lembaga, untuk meningkatkan pendapatan zakat, sebagai salah satu media yang dapat mengangkat martabat dhuafa.

“Seiring perkembangan era digital, Dompet Dhuafa terus berinovasi dalam memudahkan masyarakat untuk menyalurkan donasinya, salah satunya melalui website kami. Ke depannya, kami berharap zakat menjadi bagian lifestyle kaum millenial, dan semakin meluas manfaatnya, bagi kemajuan umat dan bangsa,” katanya.

 

Baca juga:

Lewat Program Desa Berdaya Linduk, Dompet Dhuafa Banten Dorong Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

 

Generasi milenial di sini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Generasi Millennials lahir pada rentang tahun 1980an hingga 2000. Meskipun tidak lagi menjadi karyawan termuda, Millenials telah membawa banyak perubahan dalam industri digital di Indonesia.

Dalam enam tahun terakhir, industri digital di Indonesia tumbuh 9,98% sampai 10,7% per tahun, dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai gagasan dan karakter terjalin di dunia kerja menjadikan pergeseran zaman ke arah digital. Hal ini menjadi pelecut pengembangan di hampir semua aspek.

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan potensi secara demografis kependudukan, Indonesia sedang mengalami bonus demografis produktif di usia 20-35 tahun yang mencapai 40% dari total penduduk. “Tentu harapan dari bonus demografis produktif tersebut, dapat juga meningkatkan gerkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Indonesia,” tutupnya. (njs/dd)

 

Baca juga:

Angkat Isu Kesejahteraan Umat, Forum Zakat Dunia Siap Gelar Konferensi di Malaysia


Back to Top