Permudah Jemaah Indonesia, Kemenag Kaji Ulang Aplikasi 'Sipatuh'

gomuslim.co.id - Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umroh dan Haji (Sipatuh) terus diupayakan pengembangannya oleh Kementerian Agama melalui Dirjen Bina Umrah dan Haji. Hal ini diupayakan untuk mengurangi keluhan dari pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel.

Kasubdit Pengawasan Umroh Noer Alya Fitra mengatakan saat ini Sipatuh sudah ada dan sudah dipakai oleh PPIU.

“Tapi kami di sini saat ini sedang melakukan proses penyempurnaan terkait dengan sipatuh ini," tutur Noer, Rabu (05/12/2018).

Tujuan utama dibuatnya sipatuh untuk mengetahui agar seluruh proses pelaporan jemaah umroh mulai dari baru didaftarkan di PPIU sampai mereka berangkat dan pulang diketahui oleh pemerintah melalui Kementerian Agama.

 

Baca juga:

Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Siapkan Satgas Umrah

 

Untuk itu, kata dia, pihak travel tidak perlu keberatan dengan upaya pemerintah untuk mengetahui kondisi rakyatnya sejak berangkat dari rumah ke tanah suci sampai tibanya di rumahnya kembali dengan keadaan sehat wal afiat.

"Jadi memang Sipatuh ini adalah dalam rangka menertibkan prosedur administrasi pelaporan terkait jamaah umrah yang berangkat," tambahnya.

Pihaknya mengaku jika sipatuh ini tidak bisa 100 persen meminimalisir atau sebagai pendeteksi pihak travel manakan yang akan berbuat curang terhadap para jemaahnya dengan tidak memberangkatkan jemaahnya ke tanah suci meski pelunasan dari jemaah sudah dilakukan.

"Kita kalau untuk meminimalisir ya tidak 100 persen bisa," kata Noer.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umroh dan Haji (Sipatuh) dilucurkan pada Oktober 2018. Selama satu bulan itu pula Sipatuh dikeluhkan para Penyelenggara Perjalanan Umroh (PPIU) karena dinilai memperlambat sistem kerja di travel itu sendiri karena harus meng-upload beberapa data jemaah di antaranya KTP, Kuitansi pembayaran Nomor Kontak dan Email. (nat/rep/dbs/foto:youtube)


Back to Top