Perbaikan Layanan Haji 2019, Menag Sampaikan Lima Hal Ini 

gomuslim.co.id – Kementerian Agama terus berupaya melakukan inovasi dan perbaikan layanan haji setiap tahunnya. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin memberikan beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian terkait inovasi dan layanan penyelenggaraan ibadah haji pada 2019.

Pertama, penerapan fast track pada seluruh bandara pemberangkatan. “Kalau tahun ini baru dapat kita laksanakan di Bandara Sokarno Hatta, maka usahakan tahun depan sudah dapat dilaksanakan di seluruh bandara,” kata Menag dalam Rapat Pimpinan Kementerian Agama 2018 di Sentul, Bogor, Rabu (05/12/2018).

Kedua, penempatan jemaah haji berdasarkan sistem zonasi. Hal ini menurut Menag bertujuan agar dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus pelayanan bagi jemaah di tanah suci. “Tentu orang Bugis akan lebih senang jika tempat tinggalnya di sana berdekatan dengan orang Makasar. Selain bahasa yang digunakan, ini juga memudahkan kita bila ingin menentukan menu katering. Sehingga akan lebih dekat seleranya dengan masing-masing jemaah,” jelasnya.

Ketiga, penggunaan air conditioner (AC) di Arafah. Menurut Menag ini perlu menjadi perhatian, karena dalam survei BPS pun disebutkan bahwa pelayanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina memperoleh nilai paling rendah, yakni 82,60. Sementara pelayanan di Makkah memperoleh indeks 87,34.  Dan pelayanan di Madinah memiliki indeks 85,37.

 

Baca juga:

Permudah Jemaah Indonesia, Kemenag Kaji Ulang Aplikasi 'Sipatuh'

 

Keempat, Menag berharap pada penyelenggaraan haji 2019, Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyiapkan sistem pelaporan petugas digital. “Seluruh petugas kita harus sudah bisa melakukan pelaporan secara digital. Siapkan dalam sebuah aplikasi terintegrasi,” pesan Menag.

Adapun yang kelima yaitu penguatan manasik haji yang perlu mendapatkan perhatian penyelenggaraan haji 2019. “Kita perlu memperkuat manasik hajinya. Kita perlu memikirkan terkait inovasi manasik haji, dengan membuat audio visual atau lain sebagainya,” ungkapnya

Menag sendiri bersyukur dengan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi pada tahun 1439H/2018M meningkat menjadi 85,23. Survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menegaskan bahwa layanan pemerintah kepada jemaah haji Indonesia telah memenuhi kriteria “sangat memuaskan”. (njs/kemenag/foto:mina)

 

Baca juga:

E-Visa Mudahkan Jemaah Umrah Dapatkan Visa


Back to Top