Tingkatkan SDM Santri, Kemenristek Dikti Luncurkan Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren

gomuslim.co.id – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mendorong pesantren di Tanah Air untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan menghadirkan Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren dan Pameran Industri.

Menristekdikti, Mohamad Nasir mengatakan gerakan ini sebagai upaya peningkatan kualitas SDM pesantren dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0. “Kita menargetkan akan ada 30 sampai 40 pondok pesantren yang memiliki akademi komunitas di tahun 2019-2020,” ujarnya di Semarang, Rabu (5/12/2018).

"Human capital harus kita dorong bagaimana menjadi lebih berkualitas. Santri terus didorong untuk terus memiliki keterampilan dengan pendidikan vokasi ini. Dengan begitu lulusannya tidak hanya pintar mengaji, vokasinya pun harus baik," katanya.

Menurutnya, saat ini sudah banyak pesantren yang memiliki jenjang pendidikan SMA/SMK. Ia menyebut melalui akademi komunitas pendidikan vokasi pada jenjang perguruan tinggi pun dapat dilaksanakan. "Nantinya pendidikan vokasi melalui akademi komunitas diharapkan dapat dikembangkan untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan lebih cepat," harapnya.

Ia menambahkan pendidikan vokasi di pesantren tidak boleh hanya pada pendidikan teknik elektro, teknik mesin, atau teknik komputer. Namun, pendidikan vokasi yang sekolahnya ada di pesantren harus juga melihat potensi industri yang berkembang di daerahnya.

 

Baca juga:

Kimia Farma Siap Bantu Pengembangan Kesehatan dan Ekonomi Pesantren

 

Bekerjasama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama dan Yayasan Penabulu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mensosialisasikan bentuk dan persyaratan pendirian pendidikan tinggi akademi komunitas kepada 99 perwakilan pesantren di Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini terdapat lebih dari 90 pondok pesantren di Provinsi Jawa Tengah dan lebih dari 70 pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur yang memiliki pendidikan SMK, namun baru ada dua akademi komunitas di pondok pesantren yang berdiri di Jawa Tengah.

Ke depannya, Menristekdikti akan mendorong lebih banyak lagi pondok pesantren untuk memiliki akademi komunitas. Pendidikan vokasi melalui akademi komunitas memiliki status yang sama dengan perguruan tinggi lain, dengan jenjang pendidikan Diploma Satu (D-1) dan Diploma Dua (D-2).

Untuk diketahui, Akademi Komunitas merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan jenis pendidikan vokasi program Diploma Satu (D-I) dan atau Diploma Dua (D-II) dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan atau teknologi tertentu, yang berbasis keunggulan lokal atau untuk memenuhi kebutuhan khusus. (njs/antara/bisnis/foto:gontor)

 

Baca juga:

Unik, Ada Program Tahajud Fisika di Pondok Pesantren Sains Sragen Jawa Tengah


Back to Top