Surat Berharga Syariah Negara Punya Andil Besar bagi Pembangunan Indonesia

gomuslim.co.id – Sejak tahun 2008, Kementerian Keuangan RI telah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dalam kurun waktu 10 tahun, Sukuk Negara sangat berperan penting dan punya banyak andil untuk pembangunan di Indonesia, khususnya di bidang Infrastruktur.

Penerbitan SBSN ini merupakan salah satu upaya untuk memperluas pembiayaan serta untuk mengembangkan pasar keuangan syariah di Indonesia. Sukuk tersebut dialihkan ke berbagai macam proyek sehingga peruntukannya cukup jelas ketimbang obligasi negara lainnya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Alfirman mengatakan peran SBSN sangat penting dalam pembangunan dan katalis industri keuangan syariah. “Pengembangan sukuk negara ini juga untuk masyarakat Indonesia misalnya dengan penerbitan sukuk ritel tabungan. Kemudian untuk sukuk negara yang mendukung lingkungan seperti Green Sukuk," ujarnya, Jumat (21/12/2018).

Ia menambahkan untuk sukuk ritel tabungan secara online kini sudah memiliki investor milenial sekitar 7.000 investor. "Sukuk ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan dipastikan digunakan secara produktif dan menyasar masyarakat," katanya.

Pembiayaan menggunakan sukuk negara ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sejalan dengan jumlah proyek yang juga terus meningkat. Mulai dari proyek Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian KLHK, Kementerian Ristek Dikti dan Kementerian Agama.

"SBSN ini semakin strategis proyeknya pada 2018 mencakup sejumlah kementerian dengan proyek di 34 provinsi. Tahun 2019 nilainya ditargetkan mencapai Rp 28,43 triliun atau tumbuh 26,2%," ungkapnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut, Kementerian PUPR diberikan alokasi anggaran melalui SBSN sejak 2015. "Kalau kita lihat, di 2015 dari Rp 81 triliun itu (kebutuhan pembiayaan) Rp 3,5 triliun itu SBSN atau 4,3%. Program SBSN saya sangat terbantu karena dipantau langsung progressnya oleh Kemenkeu," jelasnya.

 

Baca juga:

Lampaui Target, Surat Utang Syariah Tabungan Negara Capai 4,9 T

 

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di tempat yang sama mengatakan SBSN merupakan sebuah fasilitas pembiayaan yang cukup baik. "Kita harus masuk dalam satu planning yang pasti, sehingga uang itu harus benar-benar terserap. Bagi kami, ada 19% atau Rp 7,99 triliun dari anggaran Kemenhub yang dari SBSN," tutur Budi Karya.

Ia merasa pihaknya sangat terbantu, khususnya di kereta api. “Karena kita juga cari format yang tingkat kepastiannya tinggi yaitu kereta api," imbuhnya.

Hal sama juga dirasakan Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Nasir menyampaikan pembiayaan via SBSN digunakan untuk membangun maupun merevitalisasi gedung universitas.

"Ternyata setelah saya perhatikan itu luar biasa dampak positifnya. Dari pengalaman saya, saya ingin mendorong semua gedung perguruan tinggi yang mangkrak bisa selsai. Kalau bisa pakai SBSN 50-100%, terima kasih Ibu Menkeu," ungkap Nasir.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memanfaatkan SBSN dengan pembangunan sarana dan prasarana di beberapa taman nasional.

"Jadi manfaat yang paling penting buat KLHK dengan SBSN ini adalah pengakuan bahwa taman nasional kita sudah jadi sesuatu yang sangat penting, dan di dalamnya ada infrastruktur yang harus dipersiapkan. Karena dia jadi bagian penting destinasi wisata untuk pertumbuhan ekonomi," paparnya. (njs/detik/cnbc)

 

Baca juga:

Pengembangan Infrastruktur Pesantren Bisa Manfaatkan Investasi Sukuk Syariah


Back to Top