Begini Keseruan Acara Kelulusan 10 Desainer Siswa Islamic Fashion Institute 2018

gomuslim.co.id - Setelah sembilan bulan belajar, akhirnya pada Rabu (19/12/2018) 10 peserta siswa Islamic Fashion Institute (IFI) diluluskan dalam acara Haflatu at Takhorruj Batch 4, di Click Square, Jalan Naripan No 89, Kota Bandung.

10 Desainer yang berasal dari berbagai daerah tersebut yakni Rifdatul Khoiro, Haliza Apriana, Dwi Mustika Dantika, Minatilah Maupurah, Siti Salma Nursabila, Putri Nur Kharisma, Felicia Joufrinne, Shafiradita Farhani, Mashita Andhani Prieska, dan M. Firman Nurimansyah. Dalam kesempatan yang sama, para desainer menampilkan hasil-hasil karyanya.

Konsep kelulusan tahun ini yakni Zero Waste. Para siswa diharuskan menggunakan kain bahan desain tanpa menyisakan bahan sedikitpun. Busana ini dipakai oleh siswa sebagai seragam kelulusan.

“Para Desainer diberi bahan kain hitam selebar lima meter, tidak boleh ada yang terbuang. Mereka berusaha mempertanggungjawabkan desain masing-masing agar tidak lagi menyampah," terang Hanni dalam pers conference.

 

Baca juga:

Resmi Diluncurkan, Bandung Jadi Ikon 'Modest Fashion City' di Indonesia


Lebih lanjut, ia juga menjelaskan dua hal penting yang diusung, pertama tentu terkait fashion islam dan kedua yakni terkait kepedulian desainer dengan sampah. Ada banyak sampah, dan salah satu sampah dihasilkan dari industri fashion.

“Ya, kami juga harus mengajak desainer untuk peduli dengan lingkungan. Oleh sebab itu kami melarang mereka menyisahkan kain, al hasil mereka semua memanfaatkan setiap potong kain untuk menjadi busana” imbuh Hanni.

Sedangkan, pada acara fashion show, 10 desainer menampilkan karya terbaiknya. Rifdatul Khoiro menampilkan koleksi kain batik Jambi, Haliza Apriana menggunakan katun dan suede diambil dari stone color, Siti Salma Nursabila menampilkan koleksi yang terinspirasi dari kehidupan di tengah New York, Dwi Mustika Dantika menampilkan desain yang terinspirasi dari hutan gundul di tanah Borneo, Felicia Joufrinne menampilkan koleksi desain yang menggambarkan penyilangan antara kultur Tradisional Kalimantan Timur yaitu dayak dan kontemporer urban kultur.

Kemudian, ada Putri Nur Kharisma yang mengusung desain yang terinspirasi dari suasana soft colorful di kerajaan,  Mashita Andhani Prieska memadukan siluet A dan X line dengan sunrise dan sunset color, Shafiradita Farhani yang terinspirasi dari lengkung bergelombang yang menyerupai jamur dan M. Firman yang menampilkan desain yang terpinspirasi dari mesin uap.

Acara ini ditutup dengan penyerahan plakat oleh para isntruktur kepada 10 peserta desainer yang lulus. Selepas penyerahan plakat nampak raut wajah gembira dari peserta. Salah satu pendiri IFI Nuniek Mawardi, mengatakan bangga kepada para peserta yang telah lulus tahun ini.

"Kami merasa bangga melihat para alumni IFI ini membangun kariernya sendiri. Lulusan IFI bisa terlihat jauh lebih percaya diri dibandingkan dengan pertama kali mereka sebelum belajar di sini," ungkap Nuniek Mawardi.

 

Baca juga:

Tiga Designer Ini Buat Sekolah Fashion Islam Pertama di Indonesia

 

 

 


Back to Top