Warga Muslim Kota Pristina Eropa Butuh Masjid Baru

gomuslim.co.id - Pristina, ibu kota Kosovo, sangat membutuhkan masjid baru. Muslim Kosovo telah mengajukan protes akan kurangnya ruang untuk mengakomodasi mereka saat shalat. 

Keluhan juga menanggapi standar ganda yang dilakukan pemerintah kota. Mengingat, Katedral Katolik yang besar dibangun tanpa masalah pada 2007. Meskipun, umat Kristen hanya terdiri dari tiga persen dari populasi di Kosovo. 

Di saat itulah, Turki hadir dan menanamkan investasi serta advokasi di negara Balkan muda ini. Akan tetapi, rupanya kehadiran masjid sebagai hadiah dari Turki menimbulkan kegelisahan sejumlah pihak. 

Ketua Mufti di Kosovo, Naim Ternava, mengatakan, enam tahun berlalu sejak para pemimpin Islam dan pejabat pemerintah Kosovo meletakkan landasan (batu pertama) di masjid pusat Pristina yang baru. Namun, sebongkah batu tersebut kini tersembunyi di bawah rumput liar di tempat parkir masjid. 

Pasalnya, bongkahan batu itu ditutupi dengan grafiti berwarna merah cerah, yang menggambarkan ancaman kematian bagi kepala mufti Kosovo. Dalam coretan grafiti itu, tertulis kalimat "Tidak ada masjid Turki atau akan ada darah."

Naim mengaku, dalam pembangunan masjid pusat baru tersebut memang ada kontroversi mengenai desain. Katanya, termasuk dalam penolakan terhadap rencana yang dibuat oleh arsitek ternama termasuk Zaha Hadid. Hadid mendukung salinan karbon raksasa dari sejumlah masjid bergaya Ottoman yang telah berusia berabad-abad.  

Akan tetapi, kini tampaknya tempat di distrik kota Dardania ini akan mendapatkan masjid baru. Pembangunan akan dimulai pada musim semi di Kosovo. 

Masjid tersebut adalah hadiah dari Turki untuk negara Balkan dengan populasi sekitar 1,9 juta. Tahun ini, Kosovo memperingati 10 tahun kemerdekaannya setelah terpisah dari Serbia. 

Naim menyatakan, satu dekade terlewati sebagai negara merdeka secara de facto, 20 tahun setelah perang dengan negara tetangga Serbia yang menewaskan ribuan dan membuat ratusan ribu orang terlantar. Kendati demikian, Serbia masih menganggap Kosovo sebagai wilayahnya. 

Perlu diketahui, Kosovo sendiri dihuni oleh 95 persen Muslim. Sejumlah pemimpin agama Islam terkemuka di negara ini mengatakan, lusinan masjid yang dihancurkan masih belum dibangun kembali. 

Ia mengungkapkan pada hari libur Islam, kerumunan jamaah di masjid era Ottoman yang dibangun pada 1461 ini kerap tumpah ruah ke jalanan di luar masjid.

Karena itu, ia mengaku terkejut dengan munculnya perdebatan tentang masjid baru Pristina. Karena baginya, keberadaan masjid itu adalah kebutuhan praktis. 

"Untuk menyembah Tuhan, dan tidak ada yang lain. Di Eropa mereka tidak memiliki satu desa tanpa gereja. Tetapi di sini di Kosovo, setidaknya ada 50 desa tanpa masjid," kata Ternava, dilansir di The Guardian, Jumat (11/1). 

Sebagai sebuah negara yang terhitung baru merdeka dalam satu dekade, Kosovo masih berjuang di tengah masa depan ekonomi yang buruk. Negara muda ini membutuhkan semua teman yang bisa didapat. (hmz/tehguardian/dbs/foto:annunaki)

 

Baca juga:

Muslim Minoritas Angola Perjuangkan Islam Jadi Agama yang Sah


Back to Top