Kemenkes Akan Seleksi 1.800 Tenaga Kesehatan Haji 2019

gomuslim.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaji) sudah mulai menyiapkan calon Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH). Kemenkes akan memilih 1.800 tenaga kesehatan untuk operasional haji tahun 2019.

Angka tersebut diambil dari 11.300 tenaga kesehatan yang telah mendaftar. Menurut Kepala Puskeshaji Kemenkes, dr Eka Jusup Singka jumlah TKHI sebanyak 1.521 orang. Sedangkan PPIH bidang kesehatan sebanyak 306 orang termasuk di dalamnya Tim Asistensi dan Manajerial.

“Jika dilihat memang belum ada penambahan petugas. Masih sama seperti 2018. Proses rekruitmen mengacu kepada Permenkes Nomor 3 tahun 2018 tentang Rekruitmen PPIH, TKHI dan Tenaga Pendukung Kesehatan. Penentuannya sangat ketat karena jumlah kuota petugas terbatas. Penentuan petugas bukan atas dasar reward atau arisan,” ujarnya, Jumat (11/1/2018).

Lebih lanjut, Eka menjelaskan, dalam Permenkes Nomor 3 Tahun 2018 Pasal 9 disebutkan dalam hal dibutuhkan untuk menunjang penyelenggaraan kesehatan haji, rekrutmen PPIH Arab Saudi bidang kesehatan, TKHI, dan TPK dapat dilakukan melalui penunjukan.

Rekrutmen dengan penunjukan didasarkan pada kebutuhan operasional kesehatan haji dengan mempertimbangkan keahlian tertentu dan/atau pengalaman kerja sebagai petugas kesehatan haji, serta izin dari atasan petugas yang ditunjuk.

“Sayangnya, tidak sedikit para kepala instansi atau satuan kerja (satker) menganggap bahwa penentuannya didasarkan arisan atau gantian. Bagi saya ini keliru. Harus diluruskan. Kita di sana itu kerja. Maka orang yang bagus kerjanya harusnya bisa diizinkan untuk kerja lagi,” tegasnya.

 

Baca juga:

Terkait Layanan Kesehatan Haji 2018, Kemenkes Sabet Tiga Penghargaan dari Kerajaan Arab Saudi

 

Ia menyebut, petugas yang kinerjannya baik akan amanah menjalankan tugasnya. “Saya percaya yang baik kerjanya akan amanah menjalankan tugasnya. Karena mereka sudah paham yang akan mereka perbuat. Jadi beda nuansa reward dengan penetapan atau penugasan kembali karena petugas tersebut baik dalam bekerja,” papar Kapuskes.

Selain itu, rekruitmen tahun ini akan lebih diperketat dengan adanya mekanisme wawancara dan tes napza yang dilakukan bersama RS Ketergantungan Obat (RSKO) di Cibubur, Jakarta. Ada juga tes kebugaran dan MMPI akan dilaksanakan saat pelatihan kompetensi. Kegiatan ini langsung dikelola oleh Puskes Haji.

Eka berharap, setelah terpilih petugas hendaknya calon petugas kembali ke daerahnya untuk melaksanakan pembinaan kesehatan bagi jamaah haji yang akan berangkat haji tahun 2019.

“Semoga rekruitmen berjalan lancar dan dapat menciptakan petugas yang SHARI atau sigap, handal, amanah, responsif dan inovatif. Tugasku adalah ibadahku adalah slogan para petugas kesehatan haji,” ungkapnya. (njs/sindo/kemenkes)

 

Baca juga:

RS Haji Jakarta Bakal Jadi Role Model Rumah Sakit Haji di Indonesia

 


Back to Top