Milad ke-30, LPPOM MUI Luncurkan Lima Inovasi

gomuslim.co.id - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menggelar Tasyakuran Milad ke-30 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (16/01/2019). Dengan mengusung tema 'Professional and Trustworthy' tasyakuran ini juga menjadi ajang laporan tahunan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di bidang halal.

 

Baca juga:

Mudahkan Konsumen Pilih Restoran Halal, LPPOM MUI Kembangkan Sistem Kode QR

 

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin sekaligus mewakili Presiden RI Joko Widodo yang berhalangan hadir, dalam sambutannya mengatakan kesadaran warga negara Indonesia yang mayoritas beragama Islam untuk mengkonsumsi dan mengunakan produk yang baik dan dijamin kehalalannya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Bagi umat Islam khususnya, jaminan produk halal jelas sangat penting dalam menjalankan kesempurnaan keberagamaanya.

"Di era globalisasi perdagangan saat ini, dimana berbagai produk olahan dari luar negeri mudah masuk ke Indonesia, maka adanya jaminan kehalalan produk menjadi sangat penting," ujarnya.

Hadir dalam acara para pimpinan instansi dan lembaga pemerintah/swasta, pimpinan MUI, para pegiat halal serta pimpinan perusahaan bersertifikat halal.

Mengingat Indonesia memiliki konsumen muslim terbesar dunia atau sekitar 87.18% dari 207 juta penduduk yang membutuhkan jaminan keamanan, kenyamanan, perlindungan dan kepastian hukum mengenai kehalalan suatu produk yang dikonsumsi maupun digunakan dan dimanfaatkan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, tantangan yang dihadapi juga semakin besar.

"Dengan kondisi yang demikian, maka apa yang telah diperjuangkan oleh MUI dan LPPOM MUI perlu diperkuat oleh negara dalam bentuk regulasi yang secara khusus mengatur tentang ketentuan produk halal," kata Menag.

Ia menambahkan hal tersebut menjadi tuntutan yang tidak dapat dielakkan lagi. Pengesahan UU No 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pada 17 Oktober 2014 menjadi instrumen penting dalam menjamin kepastian hukum atas penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia. Implementasi Undang Undang Jaminan Produk Halal akan menguatkan peran MUI dalam penyelenggaraan jaminan produk halal.

"Sebagai mitra utama BPJPH, MUI memiliki kewenangan dalam bentuk sertifikasi auditor halal, penetapan fatwa kehalalan produk serta akredetasi lembaga pemeriksa halal, " tambah Menag.

Kata Menag, LPPOM MUI akan langsung menjadi salah satu lembaga pemeriksa halal yang melaksanakan tugasnya di masa transisi dan sesudah transisi dengan penyesuaian peraturan perundangan.

Menag juga menyampaikan apresiasi kepada MUI dan LPPOM MUI beserta jajarannya atas kiprah dan perjuangan serta prestasi yang ditorehkan.

Pada perayaan ulang tahunnya ke 30, LPPOM MUI disertai dukungan dan kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan meluncurkan lima inovasi. Inovasi di bidang halal itu yakni, Layanan Sertifikasi Halal Online (CEROL-SS23000) versi 3.0, Aplikasi Halal MUI versi 3.0, QR Code Halal Resto versi 2.0, Online Payment LPPOM MUI Provinsi untuk UMKM dan Buku Seri HAS 2300. (nvi/kemenag/dbs/foto:halalmui)

 

Baca juga:

Inilah Laboratorium Halal Baru LPPOM MUI di Deltamas Cikarang


Back to Top