Ini Target Rumah Zakat Terkait Program Desa Berdaya 2019

gomuslim.co.id - Rumah Zakat terus menghadirkan ikhtiar untuk mengatasi persoalan kemanusiaan dan kemiskinan. Salah satunya melalui program Desa Berdaya. Tahun  2019 ini, Rumah Zakat menargetkan ada 1.800 Desa Berdaya di 34.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, pada tahun lalu, program pemberdayaan masyarakat oleh Rumah Zakat diimplementasikan di 1.259 Desa Berdaya yang tersebar di 30 provinsi dan 213 kota dan kabupaten di Indonesia. Pihaknya meyakini dengan fokus pada pemberdayaan komunitas dan individu, program Desa Berdaya akan menjadi solusi yang integratif untuk pemulihan daerah pasca bencana.

“Target kami tahun 2019 ini ada 1.800 desa berdaya di 34 provinsi, agar semakin banyak warga yang mandiri,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Lebih lanjut, Nur Efendi mengatakan, sejak tahun 1998, Rumah Zakat menjadi lembaga yang fokus pada program pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.

Akhir tahun 2018 lalu tercatat sebanyak 4,6 juta orang telah menjadi penerima manfaat layanan yang diberikan Rumah Zakat, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Desa Berdaya merupakan cara Rumah Zakat memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan yang terintegrasi antara pembinaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga kesiap-siagaan bencana,” jelasnya.

Lewat aktivitas pembinaan dan pendampingan secara berkala tersebut, diharapkan Desa Berdaya dapat mendorong warga ke arah kemandirian, baik individual maupun komunitas. “Alhamdulillah, di tahun 2018 ada 46 persen penerima manfaat yang diintervensi program ekonomi berhasil keluar dari garis kemiskinan,” ungkapnya.

Dari program pemberdayaan itu, tahun 2018 Rumah Zakat mendapatkan berbagai apresiasi, diantaranya 1st Champion Indonesia Original Brand Award, 1st Winner Indonesia Best E-Mark Award, Penghargaan Anugerah Syariah Republika, WTP 12 kali berturut-turut untuk audit keuangan sejak tahun 2006, dan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 untuk kategori The Provision of Customer Relationship Management for Donors setelah sebelumnya lulus sertifikasi ISO 9001:2015 untuk kategori The Provision of Zakat Distribution.

Mengantisipasi prediksi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang menyebutkan bahwa terdapat 2.500 bencana yang akan terjadi di tahun 2019, Rumah Zakat menguatkan peran kemanusiaan melalui Rumah Zakat Action. Rumah Zakat Action ini bertujuan ikut serta membantu warga yang terdampak bencana, baik di Indonesia maupun di dunia.

 

Baca juga:

Ini Target Rumah Zakat dalam Program Ramadhan Berdaya

 

“Tim kemanusiaan inilah yang nantinya akan menjadi ujung tombak Rumah Zakat dalam hal kemanusiaan, terutama dalam hal Penanggulangan bencana. Tim ini akan berperan mulai dari mitigasi bencana melalui pembentukan desa tangguh di Desa Berdaya Rumah Zakat, penanganan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi dengan lebih terstruktur dan terukur bagi suatu wilayah terdampak bencana agar dapat bangkit kembali,” terang Nur Efendi.

Seperti bencana Tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa waktu lalu, Rumah Zakat Action yang merupakan Unit Penanggulangan Bencana Rumah Zakat telah menurunkan 50 relawan untuk membantu proses evakuasi dan mengirimkan bantuan sejak hari pertama bencana terjadi.

Rumah Zakat Action telah menyiapkan Program Penanggulangan Bencana berdasarkan fase dan jangka waktu yang ditetapkan pemerintah setempat, mulai dari fase tanggap darurat, fase transisi, dan fase recovery yang merupakan program pemberdayaan berkelanjutan.

Selain pemberdayaan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, Rumah Zakat juga akan membentuk Program Kesiap-siagaan Bencana di wilayah Desa Berdaya yang berpotensi terkena bencana. Masyarakat di wilayah binaan Rumah Zakat, akan mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai kesiap-siagaan bencana.

Selama 2018, aksi Penanganan Bencana yang telah dilakukan Rumah Zakat antara lain terbentuknya 40 desa tangguh bencana, empat sekolah siaga bencana, serta aksi penanganan tanggap darurat pada 162 titik bencana dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 301.145 orang.

Di sisi lain, sepanjang 2018 program kemanusiaan luar negeri telah dilaksanakan di Palestina, Suriah, Bangladesh, dan Myanmar, dengan 19 jenis bantuan yang telah membantu  153.154 orang penerima manfaat, seperti sembako, obat-obatan, selimut, solar cel, sekolah, dan lain sebagainya. (njs/rls/rz)

 

Baca juga:

Rumah Zakat Dirikan Perpustakaan di Desa Berdaya Somogede Wonosobo


Back to Top