Kemenag RI Tunaikan Tunjangan Inspassing Guru Non PNS

gomuslim.co.id – Guru Madrasah yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sempat belum menerima pembayaran tunjangan, akan tetapi pada awal 2019, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) tunaikan kewajibannya dengan membayarkan tunjangan tersebut kepada para guru yang memiliki SK Inpassing.

Direktur Guru dan Tenaga Pendidikan Kemenag RI yang juga sebagai Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, Suyitno, mengatakan inpassing atau penetapan jabatan fungsional guru bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2011 telah menjangkau 120.492 orang. Namun, SK Inpassing baru dimulai Januari 2015 berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 43 tahun 2014 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Bukan PNS pada Kementerian Agama. Dalam prosesnya,  ada tunjangan yang terhutang dan kini sudah dibayarkan.

Kata Suyitno, pembayaran tunjangan inspassing adalah bentuk penyelesaian tunjangan yang terhutang.

“Ini adalah bentuk niat baik kami kepada seluruh guru madrasah Non PNS. Di awal 2019 ini, kita tunaikan semua yang menjadi kewajiban kami,” kata Suyitno di Jakarta, Rabu (16/1/2019)

Menurutnya, berdasarkan data, pada akhir 2018, masih ada 587.675 guru madrasah non PNS yang belum mengikuti proses inspassing. Sementara itu, ia menyatakan, data guru masdrasah sampai penutup thun 2018 sebanyak 708.167 guru, dari jumlah itu terdapat 312.468 guru, yang terdiri dari 116.747 guru PNS dan 195.721 guru lainnya bukan PNS tapi telah mendapat setifikasi Inspassing.

“Alhamdulillah, Kemenag telah menyelesaikan pembayaran sertifikasi para guru madrasah baik PNS maupun non PNS,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Peserta Lulus Seleksi CPNS Kemenag Wajib Siapkan Berkas Ini


Suyitno mennambahkan, pemenuhan pembayaran kepada guru di lingkup kemenag merupakan salah satu bentuk apresiasi kemenag karena hal yang terus di perjuangkan guru selama menjabat.

“Pemenuhan pembayaran tunjangan tak semudah membalikkan telapak tangan karena terbatas APBN, tapi ini adalah apresiasi kami juga kepada para guru yang mengabdi selama ini,” terangnya

Pemenuhan tunjangan para guru pada penutup tahun 2018 ini merupakan hadiah akhir tahun yang diharapkan menjadi pemacu semangat mengajar para guru. Mekanisme ini juga menjadi bagian penting dari peningkatan kompetensi guru dengan cara mendorong profesionalitas dalam keilmuan dan metode pengajarannya. 

Perlu diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 164 tahun tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, tunjangan Profesi Guru PNS yang sudah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan dibayarkan sebesar satu bulan gaji pokok yang diterimanya, sedangkan untuk Guru Bukan PNS dibayarkan sebesar Rp.1,5 juta perbulan.

Pada tahun 2018, alokasi anggaran untuk sertifikasi guru madrasah hanya untuk 7.280 orang. Kemudian, pada tahun anggaran 2019 telah di usulkan di angka Rp. 10,2 trilyun. Dari anggaran yang telah dialokasikan tersebut, masih terdapat kekurangan untuk pemenuhan tunjangan profesi guru bukan PNS sebesar Rp. 329,1 Milyar. (hmz/kemenag/foto:timesindo)

 

Baca juga:

Menag Pastikan Gaji Penyuluh Agama Islam Non PNS Naik


Back to Top