Ini Target Kemenag untuk Tingkatkan Kualitas Sekolah dan Kampus Islam pada 2019 

gomuslim.co.id - Kementerian Agama terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah dan kampus Islam. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menargetkan sekolah berakreditasi minimal B akan semakin banyak pada tahun 2019.

Menurutnya, selama ini kontribusi pendidikan Islam dalam menjaga artikulasi Islam di Indonesia sangat fundamental. Untuk itu, peningkatan kualitas dunia pendidikan keagamaan menjadi elemen penting dalam mempromosikan moderasi beragama.

“Sekolah dan kampus Islam didesain untuk mengambil peran kunci dalam menyebarkan agama rahmat alam semesta. Kemenag selalu mengupayakan agar dunia pendidikan Islam mampu merefleksikan keberagamaan yang moderat, toleran dan humanis,” ujarnya. 

Di sisi lain, kemajemukan masyarakat masyarakat Indonesia diharapkan  tetap terjaga dalam dalam harmoni. Sehingga Islam yang hidup di Nusantara sangat humanis, toleran dan damai. "Meskipun masih ada peristiwa sporadis yang bertentangan dengan itu. Namun secara umum ke-Islaman kita sangat baik," katanya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam merupakan unsur penting yang menjadi pagar penjaga keberagaman di Indonesia.

Ditjen Pendis saat ini menaungi 78 ribu madrasah, 28.100 pondok pesantren dan 770 perguruan tinggi Islam. Dari lembaga-lembaga tersebut, Kemenag harus menjamin ajaran agama yang murni disampaikan tanpa penyimpangan.

 

Baca juga:

Ditjen Pendidikan Islam Optimis Indonesia Jadi Destinasi Studi Islam Dunia

 

Menag menyebut, melalui pendidikan bisa menjadikan seseorang mempunyai cara pandang yang waras dan memiliki nilai-nilai. Maka para pegiat pendidikan, mulai birokrasi hingga para guru dan tenaga pendidikan di lapangan, pada dasarnya adalah orang-orang yang membangun peradaban Indonesia.

"Jangan menganggap peran ini hanya pekerjaan. Bila hanya itu, mesin bisa menggantikannya lebih baik. Tetapi kita pada dasarnya sedang membentuk manusia Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Kamarudin Amin berharap cita-cita menjadikan Indonesia sebagai destinasi studi Islam dunia harus terus diupayakan dan diwujudkan. Hal demikian karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar dan memiliki lembaga pendidikan Islam terbanyak di dunia.

“Artikulasi keagamaan di Indonesia juga tidak lepas dari kontribusi pendidikan Islam. Indonesia tidak begitu mudah diinfiltrasi oleh gerakan radikal dan intoleran karena dibina oleh Pendidikan Islam yang moderat,” ungkapnya. (njs/antara) 

 

Baca juga:

Direktur Diktis Kemenag Dorong Peningkatan Teknologi Informasi PTKIN


Back to Top