Sikap Mulia Almarhumah Istri Ustadz Maula yang Bangun Masjid Lima Lantai

gomuslim.co.id - Duka mendalam masih menyisa bagi keluarga, sahabat dan jemaah ustadz Maulana. Kepergian Nur Aliah sang istri lantaran penyakit kanker usus yang sudah 7 tahun diidapnya.

Ribuan pelayat mengantarkan Nur Aliyah ke peristirahatan terakhir. Sebab, semasa hidupnya Nur Aliyah dikenal sebagai sosok yang baik hati dan dermawan.

Nur Aliyah tak segan menolong orang lain, meski dirinya hidup secara sederhana. Bahkan, Nur Aliyah rela menjual perhiasannya demi membangun sebuah masjid di Jl Sabutung No.27, Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.

Masjid tersebut kini berdiri menjulang tinggi dibandingkan gedung yang lain di sekitarnya. Masjid lima lantai warna oranye tersebut diberi nama Masjid Nurul Amal.

Ternyata, masjid itu sangat mengena di hati mendiang Nur Aliyah. Almarhumah Nur Aliyah berpesan kepada suaminya bila ia meninggal, agar disholatkan di Masjid Nurul Amal.

"Untuk sholat jenazahnya, saya upayakan di Masjid Nurul Amal. Tempat keinginan beliau untuk disalatkan," tutur ustadz Maulana.

 Dia mengaku masjid lima lantai tersebut bukan ia yang membangun, melainkan uang sang istri hasil penjualan emasnya.

Kabar meninggalnya istri ustadz Maulana pertama kali diungkapkan oleh Oki Setiana Dewi. Melalui unggahannya, Oki mengucapkan belasungkawa untuk keluarga ustadz Maulana.

Oki juga mengungkapkan perilaku mulia mendiang Nur Aliyah, yaitu tidak mau merepotkan meski dirinya tengah sakit parah.

“Bila dilihat, kehidupan Nur Aliyah sangatlah sederhana, padahal suaminya adalah dai kondang Tanah Air yang memiliki jadwal padat mengisi acara televisi. Bahkan, keseharian Nur Aliyah mengenakan baju sederhana, bahkan rumahnya juga sederhana,” tambah Oki.

Selama ini seluruh harta yang ustadz Maulana berikan untuk istrinya, Nur Aliyah serahkan untuk membangun beberapa masjid serta membantu program sekolah gratis bagi siswa yang kurang mampu.

Meski tengah menderita sakit kanker usus, pada November 2018 Nur Aliyah meminta suaminya untuk mengumrohkan 40 orang secara gratis. (nat/tribun/dbs/foto:kapanlagi)

 

 


Back to Top