Begini Kemeriahan Gelaran Kajian Musawarah di Masjid Bintaro

gomuslim.co.id - Cuaca cerah, terik matahari pagi menyinari daerah Bintaro, Tangerang. Riuh ramai orang-orang berduyun-duyun jalan kaki, karena mobil dan motor sudah memadati jalanan, semua orang dengan pakaian rapi menuju ke arah yang sama. Apalagi kalau bukan ke Masjid Raya Bintaro, untuk datang ke Kajian Muswarah.

Kajian Musawarah merupakan wadah pengajian tertutup bagi para artis serta public figure yang memutuskan berhijrah yang biasanya diadakan bergantian dari satu rumah ke rumah lainnya. Untuk pertama kalinya, kemarin Sabtu (2/2/2019) kajian ini diadakan terbuka untuk umum di Masjid Raya Bintaro Sektor 9.

Kali ini, digelar secara terbuka dengan mengundang ustadz yang tersohor di Indonesia, yakni Ustadz Adi Hidayat. Tentu membuat banyak orang tertarik untuk datang. Jamaah tidak hanya memadati masjid tiga lantai dengan kapasitas lebih dari seribu orang. Namun jamaah luber hingga ke jalanan dan lahan parkir.

Gema takbir berkali-kali menggema dari masjid, diawali dengan statemen optimis Ustadz Adi yang membakar semangat, kajian berjalan dengan khusyuk menyimak tausyiah dari Ustadz Adi Hidayat.

“Dari Masjid Bintaro, Untuk Indonesia yang agar menjadi negara yang besar dan dijauhkan dari perpecahan, bersatu karena kebaikan” Seru Ustadz Adi disambut dengan teriakan takbir.

Selain itu, Kajian ini didatangi oleh para artis, dan menjadi magnet tersendiri bagi jamaah. Menurut pantauan gomuslim di lapangan, turut hadir presenter Ari Untung, Adrian Maulana, Primus Yustisio, Roger Danuarta, Rizal ‘Armada’ dan masih banyak lagi.

Kepada gomuslim, Rizal ‘Armada’ mengaku mengalami banyak perubahan dalam hidup sejak berhijrah dan rutih mengikuti kajian.

“Dulu memang banyak sekali kewajiban yang tidak dilaksanakan dengan baik, Alhamdulillah kini belajar tepat waktu, dan semoga ghirah belajar bareng semakin besar. Dari tangan teman-teman Musawarah memberi banyak manfaat buat orang banyak yang ingin belajar islam lebih baik” ujarnya.

Rizal juga berharap semangatnya dalam mendalami Islam ini dapat tertularkan.

Menariknya, kajian ini merupakan bagian dari Festival Kuliner Turki yang digelar selama tiga hari. Tersedia berbagai macam hidangan khas Turki, yang diolah langsung oleh warga Timur Tengah. Salah satunya, Kebab, yakni irisan daging dicampur sayur serta mayones yang dibalut oleh kulit kebab.

Selain kebab, masih banyak makanan khas Turki lain yang dapat dicicipi hanya dengan kisaran harga Rp 15.000 – Rp 35.000. (nvi)


Back to Top