Panja Kemenag Umumkan Biaya Haji 2019 Hari Ini

gomuslim.co.id - Besaran biaya haji 2019 akan segera diumumkan. Ketua Tim Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2019 Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya akan menggelar rapat bersama Panja Kementerian Agama (Kemenag) di Gedung DPR, Senin (04/02/2019).

"InsyaAllah kalau tidak ada halangan besok Senin kita akan rapat dengan Panja dari pemerintah dan kemungkinan akan diumumkan bersama dengan Menteri Agama," tutur Ace saat, Minggu (03/02/2019).

Meski demikian, ia belum bisa memastikan kenaikan BPIH 2019 karena sampai saat ini pemerintah Indonesia masih terus menegosiasikan besaran komponen pembiayaan haji.

“Tapi soal apakah naik atau tidak kan masih kita terus negosiasikan sampai sekarang. Karena pembiayaan haji itu semakin hari semakin tinggi," tambah Acce yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.

 

Baca juga:

Kemenag Siap Bangun 16 Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Tahun Ini

 

Walau nantinya ada kenaikan untuk BPIH 2019, kemungkinan kenaikannya tidak besar. Ace berharap, kenaikan BPIH 2019 tidak lebih dari Rp 1 juta, sehingga tidak memberatkan calon jemaah haji Indonesia.

"Saya berharap tidak memberatkan jamaah kenaikannya tersebut. Jadi kalaupun juga terjadi kenaikan tidak lebih misalnya dari satu juta kenaikannya itu," katanya.

Sebelumnya, ia telah melakukan kunjungan ke Tanah Suci untuk memastikan beberapa komponen yang paling banyak memakan pembiayaan, seperti pemondokan, akomodasi dan katering. Menurut dia, salah satu yang mengalami kenaikan pembiayaan adalah naqabah, yaitu biaya transportasi selama di Arab Saudi

"Sejauh yang kami lihat memang proses pembiayaan untuk tahun haji sekarang ini memang kami menyaksikan adanya kenaikan yang disamapaikan oleh pemerintah Arab Saudi sendiri, yaitu kenaikan naqabah yang sampai 10 persen," papar dia.

Selain naqabah, juga ada beberapa hal yang kemungkinan terjadi kenaikan karena adanya upgrade AC di Armina untuk jemaah haji. Kemudian, kenaikan juga terjadi di bidang katering lantaran adanya penambahan makanan untuk jemaah haji.

Saat ini pihaknya sedang mendesak Kemenag menyediakan katering pada saat menjelang wukuf di Arafah. Sebelumnya jamaah Indonesia tidak mendapatkan makan pada saat tiga hari menjelang wukuf di Arafah.

"Tapi kita sekarang ini lagi mendesak justru pada saat menjelang puncak haji itu jemaah harus mendapatkan supaya stamina tetap terjaga. Upaya-upaya itu terus dilakukan karena memang ibadah haji tahun ini kita menginginkan supaya kualitasnya semakin baik," katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Ramadhan Harisman memperkirakan ada kemungkinan terjadi penurunan kembali BPIH 2019 dalam mata uang USD dibanding tahun lalu.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, kenaikan harga jual avtur (bahan bakar pesawat), dan kebijakan Pemerintah Arab Saudi meningkatkan biaya transportasi darat dalam skema biaya layanan umum (general service fee) sebesar 330 riyal, akan sangat berpengaruh dalam menaikkan BPIH 2019 dalam mata uang rupiah.

“Pemerintah, DPR, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus membahas biaya haji 2019 dalam batasan kewajaran,” ucap Ramadhan.

BPIH Indonesia memang lebih tinggi dari biaya haji Malaysia. Namun, sebenarnya lebih murah karena dari biaya yang dibayarkan jemaah, ada 400 dolar atau setara 1.500 riyal yang dikembalikan lagi kepada setiap jemaah sebagai biaya hidup di Tanah Suci.

Kemudian, saat pelunasan jemaah membayar BPIH yang di dalamnya termasuk komponen biaya hidup.

“Komponen biaya tersebut bersifat dana titipan saja. Saat di asrama haji embarkasi, masing-masing jemaah yang akan berangkat akan menerima kembali living cost sebesar 1.500 riyal,” ujar dia. (nat/kemenag/dbs/foto:tribun)

 

 


Back to Top