Ini 10 Hal Penting dalam Rekrutmen Penyuluh Agama Honorer

gomuslim.co.id - Honorarium Penyuluh Agama Honorer (PAH) akan mengalami peningkatan pada Tahun Anggaran 2019. Honor para pendakwah yang semula sebesar Rp 500.000,- perbulan itu akan naik menjadi satu juta rupiah. Seiring dengan naiknya honor tersebut, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin meminta seluruh Penyuluh Agama Honorer untuk meningkatkan kualitas dan kinerja dalam melaksanakan bimbingan agama kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dirjen saat memberikan sambutan pada kegiatan “Penyusunan Soal Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Honorer” di Hotel Takes Mansion Jakarta Pusat, Rabu (6/2).

Dirjen menambahkan diperlukan pedoman yang lebih ketat terkait rekrutmen Penyuluh Agama Honorer. “Agar ke depan, diperketat dalam perekrutan Penyuluh Agama Honorer sebagai tindaklanjut sudah disetujuinya kenaikan honor mereka,” katanya.

Dirjen mengingatkan, perekrutan PAH harus memenuhi sepuluh hal. Pertama, katanya, harus diperhatikan penyiapan perangkat dan instrumen yang dibutuhkan. Kedua, penyertaan kontrak kerja terutama terkait komitmen PAH terhadap moderasi beragama.

Ketiga, instrumen evaluasi PAH yang handal untuk pengukuran kinerja. Keempat, pemetaan daerah yang membutuhkan tenaga penyuluh berdasarkan kondisi dan situasi wilayah.

Kelima, perbaiki data penyuluh. Keenam, perhatikan skema tes apakah dibuat secara manual, dilakukan masing-masing daerah, tes dilakukan terpusat, atau tes dilakukan dengan media aplikasi berbasis online.

Ketujuh, pertimbangkan batas usia calon penyuluh dengan berbagai kondisi dan analisa. Kedelapan, pastikan anggaran untuk rekrutmen di masing-masing Satker Pelaksana sudah terkunci. Kesembilan, lakukan tahapan tes dalam waktu satu hari selesai.

Terakhir, kata Dirjen, kesepuluh, pastikan bahwa para penyuluh memiliki komitmen yang kuat dan bersedia melayani umat.

Kegiatan Penyusunan Soal Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Honorer digelar Direktorat Penerangan Agama Islam selama tiga hari, 6-8 Februari 2019 di Hotel Takes Mansion, Jakarta Pusat. Kegiatan ini diikuti 40 orang peserta yang terdiri dari unsur akademisi dan Penyuluh PNS. (bimasislam/dbs/foto ilustrasi: nuonline)

 Baca juga:

Kemenag Akan Evaluasi Penyuluh Agama Jika Ikut Sebar Hoaks 


Back to Top