Heboh Akun Gay Muslim di Instagram, Ini Imbauan Kominfo untuk Warganet

gomuslim.co.id – Baru-baru ini, netizen Indonesia dihebohkan dengan adanya konten komik bertuliskan Gay Muslim Comics. Komik yang muncul dari akun Instagram @alpantuni ini membuat masyarakat resah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika pun mengajak warganet untuk bersama-sama melaporkan akun tersebut. Tujuannya agar lebih cepat ditindak oleh Instagram, bukan hanya laporan resmi dari Kominfo saja.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu atau Nando mengatakan bahwa akun Instagram @alpantuni bukan berasal dari Indonesia. Tetapi berasal dari negara tetangga, Malaysia. Pada postingan terakhir 14 Januari lalu, akun tersebut mengunggah konten komik dengan bahasa melayu dengan menyertakan tagar #gaymalaysia, #gayindonesia dan #komikmalaysia.

“Akun yang ada saat ini merupakan akun kedua yang mereka buat. Akun pertama sudah disuspend bulan lalu, kemudian muncul lagi yang baru ini.  Kami sudah lapor ke Instagram untuk segera disuspend sejak 2 Februari 2019, sudah kami push juga, semoga segera ditutup oleh Instagram," ujarnya, Minggu (10/2/2019).

 

Baca juga:

Kominfo dan MUI Kolaborasi Berantas Hoaks dan Pornografi

 

Akun kontroversial tersebut memang secara terang-terangan memuat konten Lesbian, Gay, Biseksual dan Trangender atau LGBT. Konten yang akun ini tampilkan berupa komik kehidupan seorang laki-laki muslim yang gay. Akun ini memiliki lebih dari 3000 pengikut dan sudah mulai mengunggah sejak September 2018.

Untuk berpartisipasi untuk menghanguskan akun ini, cara pertama adalah dengan pergi ke akun @alpantuni di Instagram. Kemudian pilih logo titik tiga di kanan atas, lalu pilih laporkan. Kemudian ada dua opsi, pilihlah menu 'ini tidak pantas'.

Langkah selanjutnya pilih ‘saya meyakini bahwa akun ini melanggar panduan komunitas Instagram’, laporkan akun, lalu pilih ‘mengirim konten yang tidak pantas’. Lalu langkah terakhir pilihlah ‘opsi ketelanjangan atau pornografi’. (njs/viva/sindo/foto:jurnas)

 

Baca juga:

Menkominfo: Bisnis Transportasi Online Paling Dekat dengan Akad Syariah


Back to Top