Asetku Segera Rilis Produk Syariah Tahun Ini

gomuslim.co.id – Industri keuangan syariah terus berkembang. Sejumlah lembaga keuangan berlomba-lomba menghadirkan produk baru untuk menggaet nasabah. Salah satunya yang berencana meluncurkan produk syariah adalah PT Inovasi Digital Pintar (Asetku).

Menurut Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan, pihaknya bertekad merealisasikan target pendanaan hingga Rp500 miliar pada akhir kuartal II tahun ini. Perusahaan fintech peer to peer lending (P2PL) ini rencananya meluncurkan produk syariah pada semester kedua 2019.

“Asetku akan meluncurkan Asetku Syariah tahun ini. Semoga (terealisasi) di semester kedua. Kita optimis. Namun waktu tepatnya belum bisa disampaikan, karena untuk mengeluarkan produk syariah prosesnya terbilang cukup panjang,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Ia menjelaskan proses tersebut harus melalui Dewan Syariah Nasional, Dewan Pengawas Syariah, kemudian persetujuan akad dengan Institusi Keuangan Non Bank (IKNB) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah itu harus kembali ke Direktorat Fintech untuk mengurus perizinan fintech.

Agar target tersebut tercapai, pihaknya akan banyak mengembangkan terbosan dalam hal akuisisi pemberi pinjaman (lander) melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kemudian mengeluarkan segmen baru seperti Asetku syariah dan lander institusi.

Andisyah menyebut potensi pendanaan syariah di Indonesia cukup besar. Menurutnya, banyak masyarakat yang kerap menanyakan produk syariah Asetku saat memberikan sosialisasi berupa kegiatan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap finansial teknologi.

"Saat kita keliling ke beberapa kota seperti Surabaya, Medan, dan Makassar, ternyata banyak lender yang menanyakan produk syariah. Karena pasar syariah luar biasa besarnya dan belum banyak pemain syariah, makanya kita mau maen di situ," katanya.

Asetku, kata dia, saat ini juga sedang menimbang metode syariah yang nantinya akan digunakan. Pihaknya serius untuk menggunakan metode syariah dengan pendekatan mudarabah.

 

Baca juga:

Rencana Pembentukan Bank Syariah Skala Besar Masih dalam Pembahasan

 

"Kita juga masih memilih-milih kontrak apa yang akan digunakan, akad apa yang akan kita gunakan untuk syariah ini, karena pilihannya begitu banyak dan risikonya juga berbeda-beda. Itu yang harus kita analisis dulu, termasuk konsultasi dulu ke DPS untuk di-approve," paparnya.

Selain meluncurkan produk syariah, Asetku juga berencana mengeluarkan produk pemberi pinjaman khusus untuk institusi atau perusahaan. Selama ini, pendanaan yang berhasil dikumpulkan Asetku hanya berasal dari individu.

"Sekarang kan baru individu-individu, kita mau supaya perusahaan-perusahaan juga ikut berpartisipasi dalam hal ini. Makanya kita targetnya tinggi," jelas Andri.

Hingga kini, jumlah pendanaan yang berhasil disalurkan kepada peminjam sejak Januari 2018 sudah lebih dari 200 miliar rupiah. Pendanaan Asetku mulai tumbuh besar ketika Desember 2018 sebesar 70 miliar rupiah.

Hal ini dikarenakan Asetku baru mendapatkan registrasi di OJK. Adapun proporsi pemberi pinjaman sebanyak 4.000 unit dan peminjam 200.000 unit. Meskipun Asetku pemain baru dalam dunia Fintech, sejauh ini jumlah Non-Performing Loan (NPL) perusahaan masih 0,00 persen.

“Pengembalian dana pokok maupun return kepada pemberi pinjaman masih di angka 100 persen, artinya belum ada gagal bayar kepada pemberi pinjaman,” tutupnya. (njs/koranjakarta/medcom)  

 

Baca juga:

BNI Syariah-IKAHI Jalin Sinergi Terkait LayananVirtual Account 


Back to Top