Hafal Alquran 10 Juz, Ini Cerita Santri Pembalap Racing Asal Sulawesi Selatan

gomuslim.co.id – Penghafal Alquran (hafiz) selalu mendapat kemuliaan di kalangan masyarakat. Apalagi jika umur penjaga ayat suci ini masih muda. Seperti Muhammad Agung Fachrul (15), Pembalap Santri Racing asal Sulawesi Selatan yang kini dikenal sebagai Santri Racing.

Selain karena torehan meraih prestasi di kancah internasional. Pembalap yang mencapai top speed hingga 256 km/jam ini telah menghafal Alquran sebanyak 10 Juz. Agung sendiri merupakan lulusan pesantren tingkat SMP.

Anak dari pasangan H Fachrul Didu dan Hj Andika mengaku masih tetap menghafal Alquran ditengah kesibukannya menjalani profesi sebagai pembalap muda. “Sekarang sedang dalam tahap menambah hapalan lagi,” katanya seperti dilansir dari laman Tribun Timur, Jumat (15/2/2019).

Ayah Agung sendiri dulunya juga seorang pembalap nasional era 1990-an. Hobi Fachrul Didu tersebut diwariskan kepada Agung. Sejak umur 6 tahun, Fachrul mulai menekuni dunia motor dan pertama mengikuti kompetisi balapan kejuaraan nasional di Pulau Jawa pada tahun 2011.

“Waktu itu saya diajar sama ayah. Dipegang dibelakang motor sampai jalan sempurna baru dilepas, karena waktu itu kaki belum sampai injak tanah,”ujarnya.

Dengan menggunakan motor Jupiter, ia terus gigih belajar ditambah dukungan dari orangtua yang membuatnya lebih bersemangat. Agung sempat vakum balapan ditahun 2015-2016. “2017 saya mulai balapan lagi. Dua tahun vakum karena dimasukan ayah dan ibu di pesantren,” katanya.

Saat itu, Agung sengaja dimasukan kedalam pesantren. Serta diberi target oleh orangtua menghafal Alquran minimal 10 juz agar kembali diizinkan menekuni hobinya. “Pilihan orangtua itu yang terbaik. Saya harus menurut,” katanya.

Pemuda kelahiran Sengkang, 26 April 2003 ini juga memiliki keunikan. Saat sedang balapan beberapa kali ia menggunakan sorban yang terlilit dilehernya. Selain itu, saat sedang latihan Agung juga sering menggunakan gamis. “Kalau latihan santai, biasa gunakan gamis juga,”tambahnya.

 

Baca juga:

Masya Allah, Begini Cara Bocah Tunanetra Hafalkan Alquran Hingga 30 Juz

 

Ia juga menambahkan yang paling utama sebelum lomba yakni meminta restu orang tua dan berdoa untuk kelancaran dan keselamatan.

Sejak bergabung dengan team Malaysia Sport (Yamaha), Agung mengaku jarang pulang kampung lantaran menetap di Jakarta. Dirinya mengaku cara berkomunikasi dengan keluarga hanyalah lewat videocall.

“Disini saya juga belajar mandiri, keluarga di Sengkang tentunya selalu mendoakan dari jauh,”jelasnya.

Di bulan Maret, Agung akan berangkat ke Malaysia untuk mengikuti ajang Asia Road Racing Championship. “Insya Allah tahun depan saya lanjut lagi pesantren,”katanya.

Penggemar Jorge Lorenzo ini berpesan untuk remaja yang memiliki hobi seperti dirinya.”Berlatih dengan semangat dan disiplin dan yang paling terpenting restu orang tua dan doa,”katanya.

Menurutnya, saat ini untuk menjadi seorang pembalap telah banyak jalan dan fasilitas berbeda dengan jamannya. “Tinggal bagaimana kita berusaha dan menunjukkan yang terbaik. Mulailah dengan yang mudah seperti bermain game balap-balapan di handphone,” ungkapnya.

Sebagai seorang pembalap Agung menjaga stamina dengan berolahraga setiap hari dengan minimal membakar 1000 kalori. Begitujuga dengan pola makan dan tidur yang teratur. (njs/tribuntimur/foto:macatuna)

 

Baca juga:

SMA Tahfidz di Bogor Targetkan Cetak Hafiz Alquran 30 Juz


Back to Top