Gubernur BI: Pengembangan Ekonomi Halal Indonesia Perlu Ekosistem Tersendiri 

gomuslim.co.id – Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan ekonomi halal. Bercermin pada negara lain yang sukses mendorong Industri halal, Indonesia perlu membuat sebuah ekosistem khusus agar ekonomi halal terus tumbuh.

Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo baru-baru ini. Menurutnya, prospek ekonomi halal di Tanah Air cukup besar. Hanya saja, pemerintah dan semua elemen terkait perlu merancang strategi tersendiri untuk pengembangan ekonomi halal.

"Kita harus menciptakan ekosistem ekonomi halal. Setidaknya ada empat bidang ekonomi halal yang memiliki prospek yang baik yaitu kuliner halal, fashion halal, tourism halal, dan kosmetika halal," ujarnya di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Ia menambahkan, ekosistem ekonomi halal ini penting untuk dikembangkan baik dari sisi pelakunya maupun keempat sektor. "Ekosistemnya harus dikembangkan jadi ekonomi halal yang berbasis komunitas, apakah pesantren maupun komunitas muslim, ekonomi halal yang berbasis industri, apakah industri kelas menengah ataupun besar," jelasnya.

Karena itu, kebijakan-kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk mendukung ekosistem ekonomi halal. Baik melalui pengembangan ekonomi di komunitas, termasuk pesantren, maupun sinergi dengan Komite Nasional Keuangan Syariah dan berbagai pelaku industri untuk bagaimana mengembangkan industri halal.

“Bank Indonesia telah membuat peraturan agar ekonomi halal benar-benar bisa menjadi tren tersendiri di Indonesia,” katanya.

Menurut Perry, produk halal dalam hal ini makanan yang diproduksi Indonesia cukup tinggi. Pihaknya akan terus memberikan kemudahan dan kebijakan dalam mendorong ekspor dengan produk halal.

 

Baca juga:

Industri Halal Indonesia Sumbang 3,8 Miliar Dolar AS per Tahun

 

"Industri halal cukup besar baik karena kemampuan kita maupun pasar yang terbuka dan kedua tentu saja harus melihat sejumlah negara lain yang sudah mulai mengembangkan industri halal. Produk halal Indonesia berpotensi dilirik banyak orang beragam," ungkapnya.

Industri halal sendiri bukan hal yang baru di Indonesia. Pelaku usaha maupun konsumen bukan hanya menyasar pada makanan dan minuman halal, tapi juga produk halal lainnya.

Kosmetik, misalnya, ada merek yang mengusung tema halal sebagai nilai jual. Merek kosmetik halal sekaligus sebagai dasar bahwa mereka menggunakan bahan-bahan alami untuk kosmetik. Selain itu, industri mode syariah juga berkembang pesat di Indonesia.

Beberapa tahun terakhir, pariwisata halal telah berkembang di Indonesia. Diketahui, sektor pariwisata digadang-gadang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menambah cadangan devisa negara. (njs/tempo/kompas/foto:merdeka)

 

Baca juga:

Bank Islam Terbesar di Malaysia Perluas Ekspansi untuk Halal Global


Back to Top