Ini Sampah-Sampah Tak Lumrah yang Ganggu Pariwisata di Kepulauan Seribu

gomuslim.co.id - Wisata Kepulauan Seribu menjadi salah satu destinasi wisata yang masuk dalam daftar 10 Bali baru yang dirilis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Penetapan Kepulauan Seribu dan 9 destinasi wisata lainnya sebagai Bali baru ini terinspirasi dari kesuksesan dan kepopuleran Bali sehingga dikenal di mata dunia.

Meski tengah diperkenalkan kepada masyarakat dunia, kondisi dasar laut Kepulauan Seribu masih sangat memprihatinkan. Sampah-sampah bertebaran di dasar laut Kepulauan Seribu sehingga membuat keindahannya berkurang. Bahkan tak jarang para penyelam menemukan barang-barang aneh alias tak lazim saat menyusuri dasar laut Kepulauan Seribu.

Salah satu anggota klub selam Walet Samudera Diving Community (WSDC), Ubul membagikan pengalamannya menemukan barang-barang aneh saat menyelam di Kepulauan Seribu. 

 

Baca juga:

Tarik Minat Wisatawan, Kepulauan Seribu Hadirkan Replika Monas di Bawah Laut


“Saat menyelam di Kepulauan Seribu saya pernah menemukan barang-barang tak lazim seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), kloset bekas, almari, dan sampah-sampah plastik,” ujar Ubul.

Menurut Ubul, barang-barang tersebut ditemukan di kedalaman yang berbeda-beda, mulai dari 5 meter hingga belasan meter. Hal ini akhirnya membuat Ubul dan anggota klub WSDC lainnya prihatin.

“Kalau benda-benda anehnya memungkinkan untuk diangkat ya kami angkat. Tapi kalau barang-barang berat seperti kloset atau almari memang sedikit sulit,” lanjutnya.

Namun, hingga saat ini Ubul tak mengerti dari mana benda-benda tersebut berasal. Pastinya, keberadaan benda-benda tak lazim tersebut membuat kondisi dasar laut Kepulauan Seribu tak indah. 

“Saya pernah menemukan bungkus plastik di atas terumbu karang yang masih hidup dan warnanya sangat cantik. Ini kan sayang sekali. Lalu saya pungut sampahnya agar terumbu karang kembali cantik,” tuturnya.

Berbagai klub menyelam termasuk WSDC kerap menggelar acara bersih laut untuk membersihkan dasar laut dari sampah-sampah.

“Agaknya usaha itu akan menjadi sia-sia jika masyarakat yang berkunjung ke Kepulauan Seribu tak turut menjaga agar laut Kepulauan Seribu tetap bersih,” pungkasnya. (nat/kompas/dbs/foto:ubul,WSDC)


Back to Top