Jakarta Islamic Education Fair 2019: Ini Peluang dan Tantangan Peradaban Islam Lewat Industri 4.0

gomuslim.co.id – Di ambang pintu revolusi tekhnologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup seseorang, cara bekerja dalam lingkup domestik maupun mondial. Satu hal paling menonjol dalam derap perubahan ini, yakni dunia harus merespon perubahan tersebut dengan cara yang terintegrasi dan komperhensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik itu pelaku politik global, mulai dari sektor pemerintah sampai sektor swasta, akademik, perusahaan dan tentu saja masyarakat luas.

Hal tersebut disampaikan Rina Uswatun Hasanah selaku ketua Panitia Jakarta Islamic Education Fair 2019. Ia mengatakan,  tema “peluang dan pendidikan islam menghadapi industri 4.0” pada agenda Jakarta Islamic Center ini yaitu dimana antar lembaga pendidikan untuk saling sharing sudah sejauh mana Lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat menghadapi  perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini salah satunya mengumpulkan berbagai macam lembaga pendidikan Islam. Kami mau saling sharing, sudah sejauh mana lembaga pendidikan bisa menghadapi perkembangan industri 4.0. kami ingin adanya kebangkitan peradaban islam sesuai dengan perkembangan,” ungkap Rina kepada gomuslim di Jakarta Islamic Center, Jumat (22/2/2019).

 

Baca juga:

Ada Pameran Pendidikan Islam Jakarta 2019 di JIC Pekan Ini 


Menurutnya, di era digital dan tekhnologi saat ini bukan merupakan suatu kemunduran perkembangan Islam, akan tetapi Islam dapat mengikuti perkembangan teknologi melalui lembaga pendidikan.

“Perkembangan Teknologi ini justru akan menjadi peluang untuk Islam terus berkembang. Selain ilmu Akhirat, Islam juga bisa mengembangkan ilmu dunia melalui oerkembangan industri 4.0 ini. Saya yakin, melalui edukasi lembaga pendidikan yang ada, siswa bisa jauh lebih creatif mengembangkan industry ini tanpa harus menyimpang dari ajaran Islam,” jelasnya.

Edukasi Robotic kepada Siswa

Sementara itu, Wahfiudin Sakam dari Dompet Dhuafa mengatakan, arus utama perkembangan industri 4.0 bisa dihadapi dengan menggunakan pendekatan ilmu agama Islam, yang berbasiskan teknologi, seperti arah revolusi industri keempat tersebut.

Menurutnya, pendekatan Islami ini sangat penting dilakukan oleh Siswa dan para Mahasiswa agar bisa bertahan di era revolusi industri keempat tersebut, terutama dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berdaya saing tinggi.

“Pendekatan ilmu agama yang berbasiskan teknologi justru harus dilewati oleh pelajar Muslim. Saya optimis dapat mengejar perkembangan itu,” tutupnya. (hmz/gomuslim)

 

Baca juga:

Jakarta Islamic Centre Akan Gelar Kontes Robot Tingkat Pelajar 


Back to Top