Muhammadiyah Sambut Baik Usulan Pengembangan Wisata Halal di Bali

gomuslim.co.id – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyambut baik usulan terkait pengembangan wisata halal di Bali. Menurut Sekertaris umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti adanya wisata halal dipandang sebagai jalan untuk menarik wisatawan Muslim khususnya dari kawasan Arab.

Mu’ti mengungkapkan, Secara legal, seharusnya tidak perlu ada penolakan masyarakat terkait rencana wisata halal yang akan dikembangkan di Bali, karena katanya, di tengah usaha pemerintah Indonesia menggalakkan pariwisata, ide mendirikan hotel halal itu justru positif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali, khususnya wisatawan Muslim.

Ia menjelaskan bahwa persepsi masyarakat Arab terhadap Indonesia telah berubah sejak kunjungan Raja Salman. Oleh sebab itu, minta para wisatawan Arab harusnya dapat ditingkatkan.

"Sejak kunjungan Raja Salman ke Bali, persepsi masyarakat Arab terhadap Indonesia menjadi positif dan meningkatkan minat wisatawan mancanegara dari negara-negara Arab untuk berkunjung ke Indonesia, terutama Bali," ujar Abdul Mu’ti, Rabu (21/2/2019).

 

Baca juga:

Pemprov Sulawesi Selatan Dorong Pengembangan Wisata Halal Toraja


Abdul menilai pendekatan yang dapat digunakan dalam wisata halal tersebut adalah pasar, bukan agama. Pasalnya, negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand, hingga Jepang, telah menerapkan wisata halal.

"Karena potensi wisatawan Arab yang tinggi, Thailand, Jepang, Malaysia, beberapa negara lainnya sudah membuka wisata halal. Pendekatan yang dipakai harusnya pasar, bukan agama. Jadi tidak seharusnya menjadi pro dan kontra," ungkap Mu'ti.

Tapi, dari rencana baik pengembangan wisata halal, ada beberapa pengusaha mengkhawatirkan bisnis miliknya apabila wisata halal berkembang di Bali. Salah satu hal yang ditakutkan oleh para pengusaha yang memberikan protes adalah polemik dari para turis mancanegara. Menurut para pengusaha, turis dari negara barat akan sulit menerima wisata halal.

Menanggapi hal tersebut, Abdul meyakinkan bahwa wisata halal tidak akan berdampak negatif pada jumlah wisatawan dari negara-negara barat. Pasalnya, wisata halal tidak merubah pariwisata Bali yang sudah ada.

"Tidak ada masalah. Kan tidak mengubah pariwisata yang sudah ada. Hanya memberi opsi bagi wisatawan yang ingin menikmati kenyamanan Bali, baik secara pelayanan maupun keindahan alam," pungkasnya. (hmz/muhammadiyah)

 

 

Baca juga:

Sulawesi Selatan Gaungkan Wisata Halal dan Halal Kitchen


Back to Top