Inspiratif, Ini Mahasiswa Difabel Berprestasi di UIN Sunan Kalijaga

gomuslim.co.id – Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta telah sejak lama membuka kesempatan kepada mahasiswa difabel untuk mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik. Dilansir dari publikasi resmi Kementrian Agama, Jumat (1/02/2019) sudah ada 42 mahasiswa difabel di UIN SUKA.

“Program untuk anak-anak difabel ini dikenal dengan program kampus inklusi. Tujuannya untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada anak difabel,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Suka Waryono. Waryono juga mengungkapkan bahwa mahasiswa-mahasiswa tersebut telah menorehkan banyak prestasi.

 

Baca juga:

Mahasiswa Muslim Ini Perjuangkan Ketersediaan Makanan Halal di Kampus AS

 

Tahun ini misalnya, salah satu mahasiswa difabel UIN Suka, Hastu, akan berangkat ke Amerika Serikat.

“Sebelumnya, pada tahun 2016, Tesya Nuitan salah satu mahasiswa yang juga difabel juga menjuarai Lomba Aplikasi Android di Amerika Serikat, Tesya  berhasil mendapat juara I pada lomba pembuatan  aplikasi android yang diinisiasi oleh Google. Acara ini diikuti oleh seribuan perwakilan mahasiswa tingkat dunia. Dari Indonesia ada tiga kampus yang mengikuti lomba itu. ” jelas Waryono.

Waryono juga menuturkan, Tesya beberapa bulan lalu juga diundang ke India.

Tak hanya itu, Waryono juga menceritakan tentang grup paduan suara mahasiswa difabel.

“Paduan suara ini bernama “Gita Divana Group’. Semoga nanti ada kesempatan grup paduan suara mahasiswa difabel ini untuk tampil di acara Kementerian Agama,” tuturnya.

Ia menuturkan masih banyak prestasi yang sudah ditorehkan mahasiswa UIN Suka, tidak hanya tingkat nasional, bahkan sudah mendunia.

“Inilah kebanggan kita bersama. PTKIN berkembang sangat pesat dan tentunya ini peran serta semua pihak di Kementerian Agama,” imbuhnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program kampus inklusif, Waryono menyampaikan UIN Suka turut menggandeng pihak lain. “UIN memberikan beasiswa kepada mahasiswa difabel dari dana BLU. Disamping itu, kita juga menggandeng pihak lain untuk membantu mendukung pelaksanaan program ini,” kata Waryono.

Misalnya, sudah dua tahun berturut-turut Yayasan Astra telah memberikan beasiswa kepada 15 mahasiswa difabel. Selain itu, Pendiri Lembaga Pendidikan CIKAL Najeela Shihab juga sudah pernah datang untuk melihat program inklusif. 

“Ia berniat bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa difabel,” tuturnya (nov/kemenag)

 

Baca juga:

Begini Cerita Mahasiswa Muslim Jadi Dokter Berhijab di New York


Back to Top