#JASHFEST2019

Jakarta Syariah Halal Festival 2019: Ini Perkembangan Ekosistem Halal Supply Chain Menuju Revolusi Industri 4.0

gomuslim.co.id - Perkembangan industri di Indonesia mendorong konsumsi masyarakat meningkat. Dengan adanya peluang tersebut, Internet of Things atau yang dikenal dengan Revolusi Industri 4.0 menuntut perkembangan industri halal dilakukan secara mudah dan efisien.

Hal ini yang mendasari conference Jakarta Syariah Halal Festival 2019 di Jakarta, pada Jumat (08/03/2019) yang mengangkat tema “Pengembangan Ekosistem Halal Supply Chain Menuju Revolusi Industri 4.0.”

Pada kesempatan tersebut hadir tiga pembicara yang mewakili industri, di antaranya; Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Edi Mawardi, Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia, Nofrisel, dan Direktur Keuangan Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Arief A. Sanjaya.

Dalam pemaparannya, Edi menyebut kehadiran BPJPH menjamin kepastian halal dalam lingkup industri. BPJPH hadir sebagai lembaga baru dari Kementerian Agama (Kemenag) yang diangkat oleh menteri berdasarkan undang-undang untuk menjamin kehalalan produk, baik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun industri.

“BPJPH bekerjasama dengan tiga badan, di antaranya BPJPH itu sendiri, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ke depannya semua produk wajib memiliki sertifikasi halal,” tutur Edi.

Namun, tak cukup dari segi produk dalam perkembangan revolusi industri 4.0, Nofrisel mengaku aspek supply chain dari segi logistik juga perlu diperhatikan dari segi halal.

 

Baca juga:

BPJPH Siapkan Sistem Pendaftaran Sertifikat Halal

 

“Halal yang dimaksud dari prinsip logistik antara lain; menjamin kehalalannya, menghindari kesalahan, dan kontaminasi unsur yang diharamkan,” papar Nofrisel.

Namun, sangat disayangkan, lanjut dia, dalam tahapan implementasi logistik halal, Indonesia baru mencakup dua tahap, produk halal dan logistik halal. Belum sampai pada supply chain halal, dan logistik halal holistik.

Pihaknya memberikan masukan agar Indonesia memiliki Indonesia Halal Supply Chain & Logistics Master Plan (IHMN) yang mempertimbangkan sisi supply chain dan logistik nasional, serta menambah fungsi MUI atau lembaga berwenang di bidang perspektif supply chain dan logistics dalam konsideran penerbitan sertifikasi halal.

Arief menambahkan, dari sisi kawasan industri, Indonesia juga harus memiliki Halal Hub yang terintegrasi. Dalam hal ini JIEP yang merupakan kawasan industri satu-satunya di pusat kota berharap agar kedepannya bisa menjadi Kawasan Industri Halal (KIH) terintegrasi.

“Baik dari segi R&D dan Desain, Bahan Baku, Produk, Logistik, dan Pemasarannya,” pungkas Arief.

Untuk mencapai sebuah simbiosis dalam segala aktivitas, pengembangan KIH harus mempertimbangkan hubungan Profit, People, Planet (5P) dilengkapi dengan Produk yang dibalut sebuah Program.

Arief mengatakan kunci utama kesuksesan halal supply chain adalah kolaborasi antar sektor usaha dan pemerintah. Diperlukan komitmen bersama untuk mendukung terciptanya ekosistem halal.

“Manusia yang tepat didukung teknologi informasi yang tepat, dan dengan infrastruktur yang tepat pula menjadi dasar keberhasilan terbentuknya ekosistem halal Indonesia,” ujarnya. (nat/foto:gomuslim)


Back to Top