Ini Sembilan Perusahaan MLM yang Sudah Kantongi Sertifikasi Halal

gomuslim.co.id - Sebanyak sembilan perusahaan Multi Level Marketing (MLM) telah mengantongi sertifikat halal. Hal ini diutarakan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI)

Anggota DSN MUI, Bukhori Muslim menyampaikan sembilan perusahaan tersebut sudah pasti memenuhi 12 poin dalam Fatwa DSN MUI No. 75/DSN MUI/VII/2009 tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS). Meski belum menjamin kehalalannya jika belum mendapatkan sertifikat halal.

"MLM yang mengandung skema ponzi, piramida, dan mengandung money game itu pasti haram, MLM yang tidak mengandung unsur-unsur itu belum tentu halal," ujar Bukhori dalam Dialog Interaktif "MLM Halal atau Haram", Rabu (12/03/2019).

Hingga saat ini DSN MUI tidak memiliki kekuatan untuk memaksakan sertifikasi halal pada perusahaan penjualan langsung. Pasalnya regulasi pemerintah menentukan sertifikat halal bersifat sukarela. Hanya bagi perusahaan yang mau saja.

 

Baca juga:

Jakarta Syariah Halal Festival 2019: Ini Perkembangan Ekosistem Halal Supply Chain Menuju Revolusi Industri 4.0

 

Tahun ini, lanjut Bukhori, baru ada dua perusahaan MLM yang sedang menjalani proses sertifikasi halal.

“Kami berharap ke depannya semakin banyak perusahaan yang mengajukan seiring dengan peningkatan semangat gaya hidup halal di masyarakat,” kata dia.

Adapun, sebanyak sembilan PLBS mengajukan sertifikasi halal karena permintaan atau desakan dari para membernya. Sehingga ia yakin jika masyarakat mendesak maka pertumbuhan PLBS akan semakin meningkat.

"Sebenarnya kami memiliki target 10 sertifikasi halal perusahaan MLM per tahunnya," kata Bukhori.

Namun beberapa kendala menyebabkan pertumbuhan perusahaan PBLS masih sangat rendah dan jauh dari harapan. Kendala tersebut diantaranya kurang minat dari perusahaan MLM karena tidak wajib, kurangnya informasi terkait PBLS, juga karena anggapan sertifikasi sulit dan mahal.

Padahal, proses standarisasi halal ini adalah bantuan bagi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang mayoritas masyarakat Muslim. Sertifikasi halal DSN MUI juga telah mengantongi standar ISO2000 sehingga terjamin prosedur standardisasinya.

"Kita pasti akan membantu prosesnya, apa yang kurang dilengkapi, akan didampingi bagaimana agar sesuai dengan kaidah Islam," ujar dia.

Berdasarkan situs DSN MUI terkait PLBS, perusahaan MLM dengan sertifikasi halal tersebut diantaranya PT Herba Penawar Alwahida Indonesia, PT Singa Langit Jaya (TIENS), PT Nusantara Sukses Selalu, PT K-Link Nusantara, PT UFO BKB Syariah, PT Momen Global Internasional, PT Veritra Sentosa Internasional atau yang dikenal dengan PayTren.

Ketua Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Kany V Soemantoro meyakini tren sertifikasi halal pada perusahaan penjualan langsung akan terus meningkat. Seiring dengan perkembangan pasar dengan preferensi syariah atau gaya hidup halal.

"Bahkan milenial yang prefer ke produk atau sistem syariah itu menurut surveinya mencapai 20 persen," pungkas Kany. (nat/rep/dbs/foto:nat)

 


Back to Top