Ini Harapan Menperin dari Program Santripreuner dan e-Smart

gomuslim.co.id – Program Santripreneur Kementerian Perindustrian terus digenjot. Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan, program ini diharapkan dapat menjangkau hingga 20 produk pesantren.

Menurutnya, pengembangan wirausaha baru pada tahun ini ditargetkan 5.000 wirausahawan dapat tercipta melalui program e-Smart IKM.Program prioritas pengembangan sumber daya manusia (SDM) diperlukan untuk melahirkan SDM industri yang maju, unggul, dan andal.

“Mereka tidak hanya diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah mendasar seperti pemenuhan kebutuhan, namun juga mampu memenangkan persaingan global,” ujarnya usai melantik sembilan pejabat eselon II Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam keterangan tertulis, Rabu (13/3/2019).

Ia menambahkan, ada 13 kawasan industri baru yang dikembangkan pemerintah baik di pulau Jawa maupun di luar pulau Jawa pada 2018. Selain itu ada 22 sentra industri kecil dan menengah (SIKIM) di 22 kota dan kabupaten di luar pulau Jawa.

“Pada kurun 2015-2018 saja, kami telah mengembangkan 13 kawasan industri baru di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa,” katanya.

Arilangga meminta para pejabat di lingkup Kemenperin terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi sistem yang digunakan sehari-hari. Sebagai leading sector dari revolusi industri 4.0, dia mengimbau jajarannya untuk mengakselerasi beberapa program kerja.

Adapun beberapa program kerja yang perlu diakselerasi antara lain penguatan pendidikan vokasi konsep dual sistem, pembangunan politeknik dan akademi di kawasan industri, program Link and Match antara SMK dan industri, diklat 3in1, sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri, serta pengembangan SDM industri 4.0.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menargetkan penumbuhan wirausaha baru melalui program santripreneur mencapai 20 ribu wirausaha dari 30 Pondok Pesantren di sepanjang tahun 2019.

Menurut Gati, penumbuhan wirausaha baru melalui program santripreneur yang digagas oleh Kemenperin mengalami peningkatan yang cukup signifikan. "Selama periode tahun 2013 hingga tahun 2018, Ditjen IKMA telah membina sebanyak 20 pondok pesantren dengan lebih dari 3000 santri telah diberikan pelatihan produksi, serta motivasi kewirausahaan," terangnya.

 

Baca juga:

Selama 2018, 3.220 Santri Ikut Program Santripreneur Kemenperin

 

Ia menuturkan, modal utama berwirausaha adalah bermental kuat. "Mereka (Santri) sudah punya modal itu, mentalnya kuat. Sehingga ini akan membantu bagi narasumber untuk melakukan pembinaan," imbuh Gati.

Gati menjelaskan pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Pemasaran Digital ini merupakan bentuk komitmen Dirjen IKMA Kemenperin dalam menumbuh kembangkan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren atau yang dikenal dengan Santripreneur.

"kami tidak hanya memberikan ketrampilan teknis berproduksi yang baik tetapi juga memberikan fasilitas akses pemasaran utamanya melalui online atau dunia digital," Ujar Gati.

Berdasarkan data Kemenperin, di tahun 2017 sebanyak 54,68% dari populasi Indonesia (143,26 juta jiwa) telah menggunakan internet. Sebagian besar yaitu 45,14% menggunakan untuk mencari informasi harga, dan sebanyak 16,83% melakukan transaksi jual beli melalui online. Tercatat pada tahun 2018 sebanyak 24,7 juta jiwa menggunakan e-commerce dengan nilai transaksi sebesar Rp144 triliun.

Ditjen IKMA sendiri telah meluncurkan program e-Smart IKM. Hingga tahun 2018, sudah lebih dari 5945 pelaku IKM dari berbagai daerah yang mengikuti workshop E-Smart IKM, dengan total nilai transaksi sebesar Rp.1.384.996.608. dan hingga tahun 2019 ditargetkan dapat mencapai total 10.000 IKM. (njs/rls/foto:mi)

 

Baca juga:

Yayasan Santri Preneur Bangun Wawasan Santri Aceh di Bidang TIK


Back to Top