Ketua AASI: Wakaf Asuransi Syariah Punya Potensi Besar untuk Berkembang

gomuslim.co.id – Wakaf asuransi syariah memiliki pontensi besar untuk terus berkembang di Tanah Air. Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Ahmad Sya'roni dalam pernyataannya, Rabu (13/03/2019).

Menurut Sya’roni, populasi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim menjadi salah satu alasan wakaf asuransi syariah punya masa depan cerah. "Jika dilihat dari minat masyarakat dalam berwakaf, potensi wakaf asuransi cukup besar mengingat jumlah penduduk muslim terbesar. Apalagi wakaf terkait tanah dan bangunan," ujarnya.

Wakaf adalah bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, sehingga menjanjikan pahala yang tak terputus. Sedangkan wakaf asuransi syariah bertujuan untuk pemanfaatan asuransi dengan berinvestasi melalui lembaga pengelola wakaf, yang nantinya memiliki hasil dan manfaat untuk kemaslahatan umat.

Ia menilai wakaf asuransi nantinya akan mengalami pertumbuhan yang baik dalam industri asuransi. Hal ini karena produk wakaf asuransi merupakan salah satu produk yang spesifik dan hanya berlaku di asuransi syariah.

"Saat ini sudah ada beberapa perusahaan asuransi yang punya produk ini dan produk ini akan booming seiring pemahaman dan kesadaran masyarakat akan manfaat wakaf asuransi, paling tidak tiga tahun ke depan," katanya.

Hanya saja, Sya'roni memandang sampai saat ini tingkat literasi dan pemahaman soal wakaf asuransi masih rendah. Menurutnya, perlu ada kerja sama yang baik antara pelaku industri, regulator dan pihak terkait. Secara umum, tingkat literasi wakaf hanya 8 persen, dan pemahamannya masih sebatas praktik yang terlihat di masyarakat.

"Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengedukasi masyarakat kita, bahwa ada wakaf tunai dan wakaf manfaat asuransi bukan cuma sekadar wakaf tanah dan bangunan. Jadi perlunya literasi dan edukasi ke masyarakat luas kalau adanya manfaat dan bentuk lain dari wakaf," paparnya.

Melihat peluang tersebut, Prudential Life Assurance telah meluncurkan Program Wakaf dari PRUsyariah yang menawarkan pilihan bagi nasabah dan calon nasabah dalam menyalurkan wakaf.

Sharia Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo mengatakan program ini memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf dan mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan.

Dalam menghadirkan produk ini, Prudential Indonesia bermitra dengan tiga lembaga wakaf atau nazhir yang terpercaya, yaitu Dompet Dhuafa, iWakaf dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI).  Nasabah dapat memilih nazhir di antara ketiga lembaga tersebut.

 

Baca juga:

KNKS Komitmen Bantu Ekosistem Wakaf Indonesia

 

“Program ini mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf, sekaligus memastikan dirinya dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat. Program wakaf kami fokus kepada kemudahan nasabah dalam menyalurkan wakaf asuransinya," ujar Nini.

Peluncuran wakaf asuransi syariah ini sesuai dengan Fatwa MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah, yang membolehkan masyarakat berwakaf dalam bentuk manfaat asuransi dan manfaat investasi dalam asuransi syariah.

Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencatat, potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp 180 triliun. Namun pada 2017, total penghimpunan dana wakaf baru mencapai Rp 400 miliar. Sementara berdasarkan data Bank Indonesia, sektor sosial Islam yang mencakup sistem wakaf memiliki potensi sekitar Rp 217 triliun atau setara dengan 3,4 persen PDB Indonesia.

Potensi tersebut diyakini dapat memainkan peran yang sangat penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan mendukung stabilitas keuangan nasional. (njs/dbs/foto:mes)

 

Baca juga:

Ini Ketentuan Harta Benda yang Akan Diwakafkan

 


Back to Top