Produk UMKM Minim Bersertifikat Halal, LPPOM: Negara Belum Tanggung Biaya Sertifikasi

gomuslim.co.id – Tren terkait dengan seritifikasi halal yang terjadi ternyata tidak sampai bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM). Hal itu diungkapkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyebutkan, sejauh ini produk hasil masih relatif minim yang mengantongi sertifikat halal.

“Selain karena sifatnya sukarela, minimnya produk UMKM yang tersertifikasi halal itu karena adanya biaya yang harus dikeluarkan. Dalam UU No 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal mengamanatkan sertifikasi halal produk UMKM itu negara. Tapi, sampai sekarang Presiden (Joko Widodo) belum menandatangai PP-nya karena ada konsekuensi tanggungan biaya,” kata Direktur LPPOM-MUI Lukmanul Hakim.

Terkait tingginya biaya yang harus ditanggung negara, dia mencontohkan untuk ongkos satu UMKM saja bisa mencapai Rp1 juta. Artinya, kata dia, dengan total enam juta UMKM itu negara harus menanggung biaya hingga Rp6 triliun.

 

Baca juga:

Meski Peluang Produk Halal Meningkat di Eropa, Begini Kendalanya

 

Padahal, menurut Lukman untuk mengendalikan pasar di era perdagangan bebas itu sertifikat halal merupakan benteng terakhir dari gempuran produk luar negeri. Secara kualitas dan manajeman International Organization for Standardization (ISO), produk asing kemungkinan relatif lebih maju. Namun, sertifikat halal itu diakuinya belum tentu dimiliki produk asing.

“Kendala lain, masih besarnya para pelaku UMKM yang menganggap produknya yang tidak bersertifkat halal saja laku, ngapain ikut sertifikasi halal. Belum lagi perilaku konsumen kita yang cenderung permisif,” ucapnya.

Untuk itu, Lukmanul menilai upaya yang harus gencar dilakukan yakni edukasi dan sosialisasi. Tak hanya kepada produsen, hal itu pun harus dilakukan kepada konsumen sebagai pengguna. (nov/lppom/dbs/foto:ilustrasi)

 

Baca juga:

Produk Halal Indonesia Makin Bersinar pada 2019


Back to Top