Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Gelar Pelantikan Pengurus Baru di Yogyakarta

gomuslim.co.id – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) DIY menggelar pelantikan pengurus baru bertempat di auditorium kantor DPD RI DIY Jalan Kusumanegara. Secara resmi Ir H Cholid Mahmud MT dilantik menggantikan almarhum KH Sunardi Syahuri menjadi ketua umum DDII DIY.

Pelantikan sekaligus pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat, Muhammad Siddiq. Kepada wartawan usai pelantikan, Siddiq mengungkap bawasanya yayasan DDII terus berikrar menyuarakan kebhinekaan di Indonesia sesuai arahan pendiri yakni Mohammad Natsir pada 1967 lalu.

“Kebhinekaan itu keyakinan kita dan harus kita cerminkan dalam hidup sehari-hari. Kami percaya bahwa kepengurusan baru DDII DIY dibawah Pak Cholid Mahmud bisa terus mempertahankan semangat tersebut karena Islam itu menjunjung tinggi perbedaan, kemerdekaan tiap-tiap manusia,” ungkap Siddiq dalam siaran pers, Selasa (19/3/2019)

Siddiq juga mengungkap Yayasan DDII saat ini telah memiliki Akademi Dai Indonesia (ADI) yang baru tersebar di 14 wilayah Indonesia. Ia berharap, DIY kedepan bisa memiliki akademi setara Diploma 2 tersebut untuk memenuhi kebutuhan dai di tengah masyarakat.

 

Baca juga:

Peneliti Universitas Melbourne: Islam Berkembang Pesat di Papua Nugini


“ADI ini diakui Kementrian Agama (Kemenag) dan pendidikannya setara Diploma 2 yakni 2 tahun. Insyallah sebentar lagi di DIY punya karena secara aspek penunjangnya sudah lengkap termasuk dosen-dosennya,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, Ketua Umum DDII DIY, Cholid Mahmud menyatakan, sejumlah masjid dan mushola di Yogyakarta kesulitan mencari dai untuk mengisi kegiatan di tempat ibadah umat islam tersebut.

“Adanya laporan tentang masjid yang masih belum punya dai, atau kekurangan dai ini tengah jadi masukan penting bagi kami. Sehingga, saat Ramadhan tahun ini tidak ada masjid yang kesulitan mencari dai,” kata Ketum DDII DIY,  Cholid Mahmud.

Cholid menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan dai di Yogyakarta. Pihaknya berencana menggelar rapat untuk menentukan formulasi tepat mengurai masalah tersebut. Sebab, DDII ini sebagai yayasan berkolaborasi dengan banyak pihak.

“ADI ini nanti akan kita rapatkan, kalau bisa sesegera mungkin. Namun begitu karena ini jelang Ramadhan dan kebutuhan dai itu mendesak mungkin dalam waktu dekat diadakan pelatihan singkat dakwah, paling tidak agar para dai yang ada ini tidak kehabisan materi kultum di masa Ramadhan nanti,” jelasnya.

Yayasan DDII sendiri saat ini telah memiliki sekolah khusus dai yakni Akademi Dai Indonesia (ADI) yang baru tersebar di 14 wilayah provinsi Indonesia. Ke depan, Yogyakarta dapat memiliki lembaga akademi setara Diploma 2 tersebut untuk memenuhi kebutuhan dai di tengah masyarakat.

“Soal adanya akademi dai untuk wilayah DIY akan menjadi salah satu agenda penting yang akn kami matangkan ke depan agar bisa segera terealisasi, kalau bisa memang sesegera mungkin,” terang Cholid. (hmz/timesind)

 

 

Baca juga:

Begini Kisah Pemuda Perancis yang Mengenal Islam Setelah Bermain Sepak Bola


Back to Top