Korea Selatan Segera Bangun Laboratorium Halal

gomuslim.co.id – Korea Selatan terus melakukan upaya untuk memenuhi pasar halal baik di dalam negeri maupun untuk ekspor. Salah satu langkahnya, Negeri Ginseng baru-baru ini menandatangani empat nota kesepahaman dengan Malaysia, termasuk kerja sama dalam industri halal.

Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, Korea Selatan juga bakal mendirikan laboratorium halal tahun ini. Laboratorium tersebut diharapkan selesai tahun ini sehingga memungkinkan perusahaan memperoleh status halal yang diperlukan dari badan-badan internasional. Korea akan mengikuti Filipina, yang bulan lalu membuka laboratorium halal nasionalnya sendiri.

Dr. YoungMin Choi, Peneliti Senior di Institut Penelitian Makanan Korea (KFRI) mengatakan sektor ekspor dan domestik merupakan hal penting. Namun, pihaknya lebih fokus pada sektor ekspor daripada di dalam negeri.

“Ini termasuk memperkenalkan produk-produk pertanian-pangan Korea ke pasar-pasar Islam seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Selasa (19/03/2019).

Dr. Choi mengatakan bahwa lab tersebut akan membantu memenuhi peningkatan permintaan untuk mengatasi masalah teknis yang dihadapi oleh perusahaan ekspor makanan pertanian Korea. Misalnya pengurangan alkohol yang sesuai untuk standar halal untuk makanan fermentasi tradisional (seperti kimchi, kecap kedelai).

Laboratorium yang memenuhi persyaratan ISO 17025 ini akan memastikan bahwa hasil badan analitik domestik diterima oleh lembaga sertifikasi halal. Saat ini, kata Dr Choi, perusahaan makanan domestik menghabiskan banyak waktu dan uang untuk memperoleh berbagai sertifikasi halal, dan ini bertindak sebagai penghalang untuk memasuki pasar makanan halal.

“Pemerintah Korea, khususnya Kementerian Pertanian, Pangan dan Urusan Pedesaan (MAFRA), sedang menerapkan berbagai kebijakan untuk mengembangkan pasar baru guna mendiversifikasi tujuan ekspor Republik untuk produk pertanian dalam negeri,” kata peneliti senior itu.

Lebih lanjut, Dr. Choi mengatakan produk-produk halal Korea meliputi ekspor kopi instan dan bumbu ke Eropa, mie, kue beras dan saus ke Asia Tenggara, dan kosmetik, buah segar, susu formula dan makanan ringan ke Timur Tengah.

Kimchi dan pir bersertifikasi halal dari Korea sudah disimpan di rak-rak supermarket di Dubai. Tempat mereka membawa cap persetujuan dari Otoritas Emirates untuk Standardisasi dan Metrologi (ESMA).

 

Baca juga:

Maraknya Produk Korea di Indonesia, LPPOM MUI Gelar Edukasi Jaminan Halal di Korea

 

Ekspor pertanian Korea ke 57 negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) telah terus berkembang, dari 356.600 ton pada 2014 menjadi 518.700 ton pada 2018, menurut Dr. Choi, dalam presentasinya di Forum Industri Halal Internasional di Dubai pada 18 Februari, mengutip Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corp

Di dalam negeri, Korea telah memperluas penawaran halal setelah serangkaian acara internasional. Sejak 2015, Korea telah menjadi tuan rumah konferensi halal internasional tahunan untuk memberikan informasi dan menghubungkan rantai pasokan halal domestik, termasuk produsen, distributor dan eksportir.

“Katering kami yang memasok makanan untuk acara tersebut, memperoleh sertifikasi dari Federasi Muslim Korea (KMF), yang diakui oleh JAKIM dari Malaysia dan MUIS Singapura,” katanya.

Pada bulan Februari 2018, Shinsegae Food menawarkan katering halal di Olimpiade Musim Dingin PyeongChang. Beberapa menu diantaranya, salmon panggang, sup lentil dan nasi biryani kukus untuk memenuhi berbagai selera. "Mereka mengundang koki Malaysia untuk memasak makanan halal," kata Dr. Choi.

Ruang Shalat dan Restoran Halal

Selain itu, Organisasi Pariwisata Korea (KTO) mengatur ruang sholat bergerak selama acara tersebut. KTO juga berencana memperkenalkan lebih banyak fasilitas seperti itu di seluruh negeri, karena jumlah wisatawan Muslim yang mengunjungi Korea Selatan terus meningkat.

Dalam beberapa tahun, Pariwisata Korea juga telah mempromosikan restoran ramah muslim kepada tetangga mayoritas Muslim di Asia Tenggara, seperti Malaysia. Hal tersebut bertujuan untuk menjangkau lebih dari satu juta wisatawan Muslim setiap tahun.

Di sektor ekspor, Korea telah menggandakan upayanya untuk menyelaraskan dengan persyaratan sertifikasi halal pada produk makanan populer, termasuk kimchi dan kecap.

Buku panduan KTO mencantumkan 250 restoran ramah Muslim di negara ini, naik dari 238 di 2018. Pada tahun 2016, mereka mengembangkan sistem penilaian berdasarkan apakah restoran tersebut bersertifikat halal, bersertifikat sendiri, ramah Muslim, atau bebas babi.

Restoran bersertifikat halal membawa perangko dari Yayasan Muslim Korea. Di restoran yang disertifikasi sendiri, semua makanan halal, menurut pemiliknya.

Otoritas pariwisata telah menyelenggarakan Pekan Restoran Halal setiap tahun sejak 2016 untuk mempromosikan restoran ramah Muslim. Ini tidak hanya untuk Muslim tetapi juga untuk wisatawan dari seluruh dunia. (njs/salaamgateway/foto:tampilcantik)

 

Baca juga:

Muslim Travelers, Kini Hadir Panduan Halal Food Berbahasa Indonesia dan Inggris di Korea Selatan


Back to Top