Sahabat Odi: Dongeng Pengaruhi Perkembangan dan Kecerdasan Anak

gomuslim.co.id - Pendongeng nasional ‘Sahabat Odi’, Puspa Anissa menyatakan dongeng sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kecerdasan otak anak. Hal itu ia katakan di sela-sela acara pelatihan dongeng di SD Islam Terpadu Mentari Ilmu, Waras, Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Sabtu (23/03/2019).

Lulusan Analis Kimia, Padang, yang saat ini sedang menempuh studi Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana ini meyakini dongeng juga mampu meningkatkan intelegensi anak.

“Dengan mendengar dongeng atau cerita edukasi yang selalu diceritakan ibu atau ayahnya mampu meningkatkan inteligensi dan intelektual anak. Anak belajar dari apa yang dia dengar, ibu adalah orang yang paling sering ia dengar suaranya, ibu berperan aktif dalam perkembangan anaknya, menjadi model awal yang ditiru oleh anak,” ungkap Puspa Anissa.

 

Baca juga:

Ajak Siswa SMA, Daarut Tauhiid Bandung Gelar Program ‘Ayo Cintai Masjid’


Katanya, anak yang selalu diberikan cerita edukasi dengan pembawaan yang menarik, membuat anak tertarik untuk selalu menantikan waktu ayah dan ibunya bercerita untuknya.

Menurut wanita berusia 24 tahun berdarah Sumatera Barat ini, kecerdasan anak sering kali dikaitkan dengan pendidikan yang tinggi, sekolah yang terakreditasi, orangtua yang pintar dan makanan dengan gizi yang seimbang.

Tapi tidak kalah menarik untuk diketahui bahwa bercerita atau mendongeng juga mampu menjadi penunjang untuk membangun dan meningkatkan kecerdasan anak.

“Awal perkembangan seorang anak selalu belajar dari apa yang dia dengar dan apa yang dia lihat, dari hal itulah persepsi anak muncul dan berkembang menjadi habit dan membentuk sifat serta perilaku anak,” tambahnya.

Beberapa manfaat lainnya dari mendengarkan cerita bagi anak adalah meningkatkan daya tangkap. Karena setiap bercerita anak dibawa untuk berimajinasi, membuat anak terlatih untuk membaca sehingga mampu meningkatkan pembendaharaan kata pada anak.

Selain itu mendengarkan cerita akan memacu anak aktif dalam mencari dan menemukan serta memecahkan hal – hal yang baru ditemui, meningkatkan rasa ingin tahu pada diri anak untuk selalu berusaha mencari dan terus mencari tahu tentang kebenaran suatu ilmu, sehingga anak menjadi mudah beradaptasi dengan lingkungan dan mampu memilah pergaulan, benar dan salah.

“Anak juga mampu menciptakan komunikasi yang baik menciptakan kedekatan serta kepercayaan anak terhadap ibu/ayahnya. Dan masih banyak lagi hal positif dari membiasakan membacakan cerita/dongeng pada anak,” jelas Puspa kemudian.

Puspa menilai, dengan melihat begitu banyaknya hal positif dengan dibiasakannya memberi cerita kepada anak sejak dini, tentulah dapat menjadi perhatian, acuan dan teknik bagi para orangtua dalam mendidik anak. Dan untuk lebih menarik lagi, orang tua (ibu/ayah) mampu menyuguhkan cerita dengan semenarik mungkin menggunakan media dongeng yang asyik. Sehingga anak tertarik untuk mendengarkan. (hmz/release)

 

 

Baca juga:

Tahfiz Alquran Jadi Syarat Seleksi Perguruan Tinggi di Malaysia


Back to Top