Jemaah Haji Berulang Akan Kena Biaya Visa

gomuslim.co.id - Salah satu ketentuan yang diatur dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 140 Tahun 2019 tentang Pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1440H/2019M adalah biaya visa bagi jemaah haji dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang sudah pernah berhaji. Ketentuan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2019 yang merujuk pada kebijakan Arab Saudi tentang visa berbayar bagi jemaah haji yang berulang.

Hal tersebut dijelaskan di dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 118 Tahun 2019 tentang Pembayaran Visa Bagi Jemaah Haji dan TPHD Tahun 1440H/2019M, bagi jemaah haji dan TPHD yang sudah pernah berhaji wajib membayar biaya visa sebesar SAR 2,000 (dua ribu Saudi Arabian Riyal). Biaya yang setara dengan Rp7.573.340,00 (tujuh juta lima ratus tujuh puluh tiga tiga ratus empat pulh rupah) disesuaikan dengan kurs SAR 1 senilai Rp3.786,67 (tiga ribu tujuh ratus delapan puluh enam ribu enam puluh tujuh sen).

“Kurs tersebut diasumsikan dengan pengesahan BPIH antara DPR dan Pemerintah bulan Februari lalu,” mengutip bunyi Diktum Kedua Kepdirjen tersebut.

Proses pembayaran visa tersebut dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH. Sehingga jemaah yang wajib membayar visa progresif selain harus membayar selisih BPIH juga membayar biaya visa. Sebagaimana termaktub dalam Diktum Ketiga.

“Pembayaran visa dilakukan bersamaan dengan pelunasan BPIH ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Bank Penerima Setoran(BPS) BPIH berdasarkan data Siskohat,” bunyi Diktum Ketiga.

 

 

Bila jemaah yang sesuai data Siskohat dinyatakan telah berstatus haji dan membayar biaya visa, namun dinyatakan tidak wajib membayar visa oleh Pemerintah Arab Saudi, maka biaya visa yang telah dibayarkan akan dikembalikan lagi. Proses pengembaliannya melalui usulan Direkorat Jenderal PHU kepada BPKH.

Sedangkan, bagi jemaah haji atau TPHD yang menurut data Siskohat terbebas dari biaya visa, namun pada saat proses pembuatan visa diwajibkan membayar karena teridentifikasi system keimigrasian Arab Saudi telah berhaji, maka yang bersangkutan wajib membayar visa. Batas waktu membayar visa bagi jemaah atau TPHD tersebut paling lambat 7 hari setelah pemberitahuan dari Kanwil Kemenag Provinsi. Bila melewati batas waktu tersebut maka visa haji dianggap batal dan jemaah tidak dapat berangkat pada tahun berjalan.

Hal lain yang diatur dalam Kepdirjen PHU tersebut yaitu jemaah yang bata berangkat dan sudah membayar visa. Pada Diktum Kesepuluh jelas disebutkan bahwa jemaah yang batal berangkat dan telah melunasi BPIH serta telah membayar visa maka biaya visanya tidak dapat dikembalikan. Yang dapat dikembalikan kepada jemaah BPIH yang telah dibayarkan saat setoran awal dan setoran lunas.

Pada Diktum terakhir berupa penjelasan bagi jemaah yang menunda keberangkatan dan termasuk jemaah yang membayar visa. Atas permasalahan tersebut biaya visa untuk keberangkatan berikutnya dilakukan sesuai ketentuan Arab Saudi. (hajikemenag/dbs/foto:mi)

 

Baca juga:

Sejumlah Kantor VFS Tasheel Sudah Mulai Rekam Biometrik Jemaah Haji Indonesia


Back to Top