Ini Dua PPIU yang Dicabut Izin Operasionalnya oleh Kemenag

gomuslim.co.id - Untuk meminimalisisr kasus perjalanan haji dan umroh oleh agen perjalanan bodong, Kementerian Agama (Kemenag) kian ketat dalam menyeleksi tour and travel haji dan umroh. Seperti yang baru-baru ini terjadi, pihak Kemenag menjatuhkan sanksi terhadap lima Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU).

Direktur Bina Haji Khusus dan Umroh Ditjen PHU Kemenag Arfi Hatim menjelaskan, izin dua PPIU di antaranya langsung dicabut, sedangkan tiga lainnya telah diberikan peringatan tertulis.

"Dua PPIU kita cabut izinnya, sedang tiga PPIU kita beri peringatan tertulis," ujar Arfi, Selasa (26/03/2019).

Sanksi yang diberikan kepada masing-masing PPIU itu sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan mereka dalam menjalankan bisnis jasanya. Pencabutan izin dijatuhkan karena dua PPIU yang bersangkutan terbukti gagal memberangkatkan calon jemaah umroh.

"Jumlahnya variatif, tapi totalnya lebih dari dua ribu jemaah sampai dengan surat keputusan sanksi ini diterbitkan," kata dia.

 

Baca juga:

Jelang Musim Haji 2019, Bandara Radin Inten II Branti Lampung Masih Embarkasi Antara

 

Sementara itu, dua PPIU yang dicabut izin operasionalnya adalah PT Bumi Minang Pertiwi dan PT Joe Penta Wisata. Yang pertama terbukti telah gagal memberangkatkan lebih seribu orang calon jemaah umroh.

“Yang kedua diketahui gagal memberangkatkan ratusan orang calon jemaah umroh,” pungkasnya.

Meski dicabut izin operasionalnya, kedua perusahaan itu tetap berkewajiban menyelesaikan tanggung jawab kepada seluruh pelanggan. Baik mengembalikan uang atau memberangkatkan jemaah yang sudah mendaftar kepada PPIU lainnya.

Sedangkan, tiga PPIU yang mendapat peringatan tertulis adalah PT Bahtera Nurani Pratama, PT Sutra Tour Hidayah, dan PT Mubina Fifa Mandiri. Ketiganya diketahui telah melanggar ketentuan tentang standar pelayanan PPIU, sebagaimana yang telah ditetapkan aturan perundang-undangan.

“Meski pelanggaran yang dilakukan ketiganya tergolong ringan, mereka tidak mengulangi lagi kesalahannya. Jila masih juga melanggar, maka Kemenag tak akan segan-segan menjatuhkan sanksi yang lebih berat lagi,” tandas Arfi.

Karena, lanjut Arfi, jika kedapatan mengulangi pelanggaraan yang sama, maka akan timbul sanksi yang lebih besar, termasuk sanksi pembekuan izin.

“Sanksi ini supaya PPIU terkait jera, dan memberikan pelajaran kepada PPIU lain agar tidak meniru hal serupa,” pungkasnya. (nat/rep/dbs/foto:tribun)


Back to Top