Makin Muslim Friendly, Kawasan Wisata Gunung Fuji Sediakan Ruang Sholat dan Resto Halal

gomuslim.co.id -  Daerah di bawah lereng utara Gunung Fuji yang terkenal di Jepang di Prefektur Yamanashi saat ini menjadi saksi meningkatnya upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi wisatawan Muslim yang jumlahnya meningkat.

 “Ruang sholat ini akan membantu meningkatkan tingkat kepuasan pengunjung Muslim. Para wisatawan dapat menggunakan ruangan secara bebas selama jam buka taman, ”kata seorang pejabat Taman Hiburan Fuji-Q Highland di Fujiyoshida, seperti dilansir dari Straits Times, Selasa, (26/03/2019).

Ruang sholat Muslim baru berukuran sekitar 16m2 dibuka pada 4 Februari 2019. Ruang ini dibangun dengan merenovasi bagian dari ruang pertolongan pertama dan dilengkapi dengan spidol yang menunjukkan arah kiblat dan tempat wudhu.

Fujiyoshida terletak di kaki Gunung Fuji. Pusat Warisan Dunia Fujisan, sebuah pusat informasi bagi para wisatawan yang menuju Gunung Fuji dan Danau Lima Fuji, juga terletak di prefektur Yamanashi. Resor Salju Fujiten di Narusawa juga membuka ruang sholat tahun lalu. Upaya sedang dilakukan untuk menawarkan keramahan kepada wisatawan Muslim dalam hal pilihan makanan.

Selain itu, sebuah restoran di Oshino Shinobi no Sato, fasilitas wisata yang menampilkan ninja di Oshino, memperoleh sertifikasi halal pada 15 Februari yang dikeluarkan untuk fasilitas dan produk yang sesuai dengan hukum Syariah Islam.

 

Baca juga:

Ini Berbagai Fasilitas Wisata Muslim Friendly di Negeri Sakura

 

Untuk Tokyo 2020

Sylvans, sebuah restoran pembuatan bir mikro di Fujikawaguchiko, mulai menawarkan BBQ BBQ Selamat Datang Muslim ’pada Oktober tahun lalu. Restoran ini menambahkan hidangan barbekyu menggunakan daging bersertifikat halal ke dalam menunya.

“Menjelang Olimpiade Tokyo 2020, kami menerima semakin banyak pertanyaan tentang makanan halal. Kami ingin terus melakukan upaya untuk meningkatkan tingkat kepuasan semua wisatawan dan membuat seluruh area tumbuh sebagai situs pariwisata internasional,” jelas Harunobu Kayanuma, manajer umum Sylvans.

Di belakang meningkatnya jumlah pengunjung Muslim ini terdapat lonjakan jumlah wisatawan dari negara-negara Muslim di Indonesia dan Malaysia. Para pejabat Jepang berharap jumlah mereka meningkat di tahun depan juga.

Menurut pemerintah prefektur Yamanashi, 47.990 orang Indonesia dan 42.680 orang Malaysia bermalam di prefektur pada tahun 2018, masing-masing naik 18% dan 55,5%, dari tahun sebelumnya.

Sejarah Islam di Jepang relatif singkat sehubungan dengan keberadaan agama yang sudah lama ada di negara-negara terdekat lainnya. Ada kesempatan terisolasi Muslim di Jepang sebelum abad ke-19.

Saat ini, umat Islam terdiri dari komunitas yang sebagian besar imigran, serta komunitas etnis Jepang yang lebih kecil. Pusat Penelitian Pew memperkirakan ada 185.000 Muslim di Jepang pada 2010.

Jepang adalah pasar halal yang baru tetapi berkembang pesat karena produsen negara itu mencari peluang baru di sektor halal dan berusaha untuk mencari pasar lokal dan internasional baru, terutama sekarang bahwa Jepang adalah tempat resmi yang ditunjuk untuk Olimpiade 2020, menarik atlet dan turis Muslim dari seluruh dunia.

Karena itu, untuk melayani peningkatan jumlah wisatawan Muslim, pemasok dan agen perjalanan di Jepang telah memperoleh sertifikasi halal dan menambah lebih banyak ruang shalat. (fau/st/dbs/foto:mountfuji)

 

Baca juga:

Kembangkan Wisata Halal, Pemerintah Shizuoka Jepang Siap Bangun Mushala di Bandara


Back to Top