Lazismu Terima Penghargaan Lembaga Filantropi Peduli Ekonomi Umat dari MUI

gomuslim.co.id – Lembaga amil zakat nasional, Lazismu menerima penghargaan Arus Baru Ekonomi Indonesia (ABEI) Award 2019 dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penghargaan kategori lembaga filantropi Islam peduli ekonomi umat tersebut diterima langusng Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat.

Penghargaan ini diberikan dalam acara sidang tahunan Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI yang berlangsung pada 25-27 Maret 2019. Sidang tahunan itu mengusung tema ‘Memperkuat Kemandirian Ekonomi Umat Melalui Kemitraan Strategis Dalam Bingkai NKRI’.

Apresiasi berupa Arus Baru Ekonomi Indonesia (ABEI) Award 2019 ini diberikan kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi besar dalam pemberdayaan ekonomi umat. Penerima Award itu diwujudkan dalam 5 kategori antara lain, kategori perusahaan ekonomi umat, lembaga filantropi Islam peduli ekonomi umat, pesantren peduli ekonomi umat, koperasi peduli ekonomi umat dan lembaga pendorong pelaku ekonomi umat.

Dalam sambutannya, Hilman Latief mengatakan ini adalah penghargaan yang kesekian kalinya diterima Lazismu. “Hari ini MUI memberikan kepercayaannya kepada Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam yang telah berdedikasi mendorong kemandirian ekonomi umat,” katanya.

Ia menambahkan, manfaat dari kegiatan pemberdayaan ekonomi mikro Lazismu di Indonesia telah banyak dirasakan masyarakat. “Manfaat tersebut mulai dari penyediaan modal, penyediaan alat-alat berwirausaha dan lain sebagainya untuk mendorong kemandirian usaha kecil menengah,” katanya.

 

Baca juga:

Lazismu Siap Kelola Dana Urgensi Kemanusiaan di Tengah Situasi Tanggap Bencana

 

Adapun, terkait sidang tahunan ini, MUI bertekad untuk terus mendorong kekuatan dan kemandirian ekonomi umat. Langkah tersebut merupakan amanat dari Kongres Ekonomi Umat 2017 tentang Arus Baru Ekonomi Indonesia. Selama ini strategi MUI dalam memperkuat ekonomi umat adalah mendorong, merangkul dan menarik.

Sekretaris Jendral MUI, Anwar Abbas mengatakan, MUI ingin berkontribusi dalam bidang-bidang strategis pemberdayaan umat. Maka kewirausahaan perlu digali potensinya oleh umat Islam. Fokus pada aspek kewirausahaan merupakan salah satu jalan memperkuat ekonomi umat.

“Umat Islam harus belajar dari pengusaha sukses yang memiliki latarbelakang berbeda. Mereka harus dirangkul sebagai tempat untuk belajar, jangan menjauhi mereka karena berbeda,” ungkapnya.

Menurutnya, belajar tradisi berwirausaha dan menabung adalah ikhtiar membangun mental bisnis. Anwar yakin, Indonesia tinggal menunggu waktu saja menyongsong era kemenangan. (njs/lazismu)

 

Baca juga:

LazisMu Sosialisasi Pentingnya Zakat kepada Pedagang di Pasar Baru Lamongan


Back to Top