Perusahaan Asal Malaysia Ini Produksi Sarung Tangan Halal

gomuslim.co.id – Perusahaan asal Malaysia telah memproduksi sarung tangan pelindung bersertifikasi halal pertama di dunia. Kehadiran produk ini untuk membantu produsen mempertahankan integritas halal di seluruh rantai pasokan.

Adalah Sumirubber Malaysia Sdn. Bhd, anak perusahaan Sumitomo Rubber Industries Ltd. yang resmi meluncurkan produk sarung tangan halal ini. Departemen Pengembangan Islam Malaysia (JAKIM) menyebutkan sertifikasi halal sarung tangan ini selaras dengan standar baru untuk alat pelindung diri atau personal protective equipment (PPE).

Dilansir dari publikasi Salamgateway, Kamis (28/03/2019), peralatan merupakan salah satu komponen yang harus memenuhi standar untuk menerima sertifikasi halal JAKIM, misalnya untuk tempat makanan.

Sistem Jaminan Halal Malaysia mendorong setiap perusahaan untuk memastikan dan menjaga integritas halal rantai pasokan produknya. Peralatan yang digunakan harus bebas dari najs (kotoran), tidak mengandung bahan berbahaya dan menghasilkan efek samping terhadap produk yang dihasilkan.

Selain itu, bahan-bahan produknya tidak memiliki kandungan zat turunan hewan yang tidak diizinkan, gelatin berbasis hewani, dan alkohol. Dalam kasus sarung tangan pelindung, Dhaliff G. Anuar, manajer industri halal dan layanan integritas di PwC Malaysia, mengatakan produk yang digunakan dalam produksi makanan yang mencakup barang-barang konsumen  dapat disertifikasi halal menurut MS2200.

Dalam sebuah kasus yang melibatkan sertifikasi halal JAKIM dari produk non-makanan dan minuman lainnya, Salaam Gateway pada 4 Maret melaporkan bahwa perusahaan Malaysia BioIntegrasi telah menerima sertifikasi untuk popok dan pembalut wanita. Setelah laporan itu, JAKIM pada 18 Maret mengatakan kepada Salaam Gateway dalam sebuah email bahwa sertifikasi BioIntegrasi tidak terikat dengan standar apa pun tetapi merujuk Manual Prosedur Sertifikasi Halal Malaysia.

Sertifikasi Halal untuk Kepercayaan Konsumen

Direktur pengembangan bisnis Sumirubber, Sherine Lim, mengatakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali yang bersertifikat halal dapat meningkatkan kepercayaan pabrik. Ini menegaskan proses ujung ke ujung produk akan tetap bebas dari kontaminasi non-halal.

"Adopsi Sistem Jaminan Halal (HAS), di mana kontrol ketat diterapkan di seluruh proses manufaktur, tidak menjamin kontaminasi," kata Lim.

 

Baca juga:

Produk Halal Malaysia Siap Ramaikan Pasar Indonesia

 

Sumirubber berharap keikutsertaannya yang pertama kali di pameran perdagangan Malaysian International Halal Showcase (MIHAS) pada awal April akan meningkatkan penjualan sarung tangannya.

Perusahaan telah menjual sarung tangan senilai $ 400.000 sejak Oktober ketika menerima sertifikasi halal. "Sebagai peserta pameran pertama, target kami mencapai $ 100.000 dalam penjualan selama MIHAS. Kami memperkirakan pertumbuhan 20 persen setiap tahun selama lima tahun ke depan,” katanya.

Menurutnya, permintaan produknya tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari non-Muslim. “Pasar menunjukkan peningkatan penerimaan produk dan layanan halal di kalangan non-Muslim," tambah Lim.

Lebih lanjut, Lim menuturkan perusahaan ingin memperluas pasarnya ke Asia Pasifik dan Timur Tengah setelah berhasil memasarkan produk di Malaysia. "MIHAS akan menarik perhatian, kepedulian, dan menciptakan peluang bagi berbagai sarung tangan halal kami," kata Lim.

Sarung tangan bersertifikat halal Sumirubber terbuat dari kombinasi nitril, karet sintetis, dan karet alam. Terlepas dari kepercayaan halalnya, perusahaan juga mengandalkan sarung tangan yang dapat digunakan di industri makanan, industri farmasi dan kosmetik, rantai makanan besar, operator makanan kecil dan rumah tangga.

Sementara itu, CEO agensi promosi perdagangan nasional MATRADE, Wan Latiff Wan Musa mengatakan sarung tangan adalah perkembangan yang baik untuk industri halal. Biasanya, kata dia, orang lebih sering mengasosiasikan halal dengan makanan dan minuman, padahal halal lebih dari itu.

"Sarung tangan halal sangat menggembirakan dalam aspek ini. Halal mencakup seluruh gaya hidup. Itulah yang selama ini MATRADE coba sampaikan. Ini sekaligus menyampaikan pesan kepada non-Muslim bahwa halal mencakup seluruh gaya hidup dan tidak terbatas pada makanan dan minuman,” tegasnya. (njs/salamgateway)

 

Baca juga:

Produk Malaysia Serbu Indonesia, IHW Minta Sertifikasi Halal dari MUI dengan Surati Presiden


Back to Top