400 Santri di Madura Ikut Kompetensi Kelompok Santri Tani Milenial

gomuslim.co.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar bimbingan teknis peningkatan kompetensi Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM) serentak di empat kabupaten di wilayah Madura, Rabu (27/03/2019). Sekitar 400 santri tani milenial dari 40 KSTM mengikuti kegiatan bimtek dalam hal teknologi pertanian ini.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, Santri Tani Milenial adalah program pemerintah dalam memperkenalkan dunia pertanian dan sejumlah alsintan kepada para santri, agar para santri bisa menjadi santri yang andal di masyarakat.

"Program ini merupakan bagian dari pembentukan karakter santri masa depan. Santri adalah generasi masa depan bangsa yang berkarakter, berintegritas dan bermoral," kata Amran.

Data dari Kementerian Agama (Februari 2019), jumlah pesantren di Indonesia mencapai 24.525 pondok pesantren, dengan 3.598.950 santri.  Amran menilai potensi tersebut dapat mendorong kontribusi kaum muda pesantren dan memberi energi baru bagi pertanian Indonesia.

Minat santri dan kaum muda dilakukan dengan modernisasi alat mesin pertanian dan bimbingan teknis untuk keterampilan bertani.

Bupati Sumenep, Busyro Karim mengatakan semangat para santri untuk terjun dan ikut membangun pertanian Indonesia. Sebanyak 13 KSTM atau 130 santri tani milenial dari pesantren di wilayah Sumenep telah siap berpartisipasi menjadi bagian dari kegiatan yang akan dilaksanakan selama dua hari, 27 - 28 Maret 2019.

"Ini adalah awal dari total 44 pondok pesantren yang akan dilatih menjadi KSTM. Saya berharap para santri fokus untuk meningkatkan keterampilan pemeliharaan ayam dan mampu menghadapi tantangan era digital,” katanya.

 

Baca juga:

15 Ribu Santri Hadiri Launching Progam ‘Santri Tani Milenial’ Kementan

 

Ia mengajak para santri untuk meneladani Rasulullah yang terus bekerja dan giat bekerja, serta menyisihkan waktu paginya untuk merawat ayam, sehingga mendapat manfaat dari ternaknya.

“Bagi para santri yang sudah berhasil beternak ayam dan memasarkan telur, nantinya tidak perlu khawatir, mengingat telur masih dibutuhkan di Kota Sumenep, yang selama ini disuplai dari luar kota,” ujarnya.

Santri Tani Milenial merupakan upaya pemerintah terhadap anak muda, agar memiliki kemampuan usaha bertani maupun beternak, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian bangsa. Busyro yakin para santri mampu menguasai teknologi dan menghadapi era digital dengan optimistis dan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Kementan juga memberikan bahan praktik mandiri berupa bantuan 500 ekor ayam, 1000 kilogram pakan ayam (untuk masa 2 bulan), serta vaksin (obat dan vitamin). Khusus Kabupaten Sumenep, bantuan adalah 6.500 ekor ayam, 13 ton pakan ayam dan 13 paket vaksin atau obat hewan.

Untuk diketahui, program Kelompok Santri Tani Milenial (KSTN) ini dimaksudkan untuk mendorong kaum santri dan generasi milenial di pondok-pondok pesantren untuk aktif dan berkontribusi di bidang pertanian. (njs/kementan/suara)

 

Baca juga:

Dorong Kreativitas Milenial Muslim, BUMN Gelar Islamic Nexgen Fest 2019

 


Back to Top