Muncul Objek Mirip Kakbah Jadi Target, Muslim India Ramai-Ramai Serukan Boikot Game Online PUBG

gomuslim.co.id – Aplikasi game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) kembali menjadi sorotan setelah dalam permainan itu muncul sebuah objek yang didesain seperti Kakbah dan menjadi target penembakan. Hal ini menjadi alasan para gamer Muslim di India yang menyerukan untuk memboikot game PUBG Mobile.

Seperti dilansir dari publikasi Abacus, Kamis (28/03/2019), objek tersebut sebenaranya merupakan bagian dari keranjang ulang tahun PUBG yang diperkenalkan minggu lalu. Item itu dihadirkan dalam rangka merayakan ulang tahun satu tahun permainan buatan Tencent Games.

Namun, keranjang hadiah dalam game itu membuat gamer muslim marah karena bentuknya yang sangat mirip dengan Kakbah. Mereka pun membuat sebuah kampanye boikot game PUBG melalui media sosial dengan hashtag #boycottPUBG.

Banyak di antara para games India menghapus game tersebut, bahkan mereka membuat petisi melalui situs change.org. Mereka mendesak Tencent untuk meminta maaf dan mengganti keranjang tersebut.

Merespon hal tersebut, pengembang PUBG Mobile dengan cepat mengambil tindakan. Mereka berjanji akan mendesain ulang kotak ulang tahun itu segera. Perusahaan juga mencuitkan permohonan maaf di akun Twitter resmi mereka.

Pengembang PUBG, Bluehole Korea Selatan, baru-baru ini merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa perusahaan mereka terus berusaha supaya bisa menjadi bagian dari ekosistem game yang bertanggung jawab.

Mereka menambahkan bahwa mereka terus bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk para orangtua, pendidik, organisasi pemerintah dan pihak lainnya dalam rangka mendengarkan umpan balik tentang apa yang harus dilakukan supaya PUBG bisa tetap menjadi permainan yang menyenangkan.

 

Baca juga:

Pasca Kontroversi, Ini Tiga Catatan MUI Terkait Game PUBG 

 

Game PUBG memang tengah menjadi sorotan di India karena dinilai bisa memberikan dampak negatif terhadap anak-anak. Sebelumnya, terdapat empat kota di Gujarat telah melarang PUBG Mobile karena sejumlah anggota parlemen lokal percaya bahwa game online itu dapat menganggu para pelajar untuk belajar.

Terlebih lagi, sebuah surat kabar utama Hindi baru-baru ini menyatakan PUBG sebagai epidemi yang mengubah anak-anak menjadi psikopat . Ada konsekuensi berbahaya pada permainan ini. Menurut karya Navbharat Times yang diterbitkan pada 20 Maret, banyak anak kehilangan keseimbangan mentalnya.

Sementara di Indonesia, melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih mempertimbangkan untuk melarang game ini secara nasional karena dianggap game yang mengandung kekerasan. Di Malaysia, sejumlah opini tentang pelarangan PUBG Mobile di negara mereka juga telah bermunculan. (njs/abacus/cnn)

 

 

Baca juga:

Kemenkominfo: Fatwa Haram Game PUBG Masih Tunggu Hasil Kajian MUI


Back to Top