Suami Korban Teror Masjid Selandia Baru: Saya Memilih Damai dan Memaafkan Pelaku

gomuslim.co.id – Serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru dua pekan lalu menyisakan duka mendalam bagi seluruh muslim dunia. Puluhan ribu orang berkumpul di Taman Hagley, Christchurch dalam Hari Peringatan Nasional mengenang 50 korban penembakan yang gugur, hari ini, Jumat (29/3/2019).

Suasana semakin bergema ketika Farid Ahmed, suami dari salah satu korban (Husna) menyatakan bahwa dirinya seorang Muslim beriman dan telah memaafkan pembunuh istrinya. “Saya memilih perdamaian dan saya telah memaafkan,” kata Ahmed yang di kursi roda kepada puluhan ribu orang yang mengikuti acara, seperti dilansir dari publikasi AFP.

Pada kesempatan itu, Farid Ahmed mengajak semua hadirin untuk menolak kebencian. Dia menegaskan tidak dendam kepada Tarrant atas semua yang dialaminya. Sontak pidatonya ini disambut tepuk tangan dari kerumunan yang menghadiri acara.

“Orang-orang bertanya kepada saya, ‘Mengapa Anda memaafkan orang yang telah membunuh istri tercinta’. Saya bisa memberikan begitu banyak jawaban, Allah SWT meminta kita saling memaafkan dan mencintai,” tuturnya.

Ia mengibaratkan perbedaan seperti bunga di taman, semakin banyak variasi warna maka tempat itu semakin indah. “Saya tidak ingin ada hati mendidih seperti gunung berapi karena amarah, murka, dan amukan, membakar dirinya sendiri dan membakar sekitarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farid Ahmed ingin hati memiliki penuh cinta, perhatian, dan belas kasih. “Hati ini tidak ingin ada nyawa lainnya yang hilang, atau orang lain yang melalui rasa sakit seperti yang saya alami. Itu sebabnya saya memilih perdamaian dan saya telah memaafkan,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Temui Korban Penembakan Masjid, Pangeran William Kunjungi Selandia Baru Bulan Depan

 

Selain itu, Ahmed juga mengatakan, dirinya ingin memanjatkan doa bagi mereka yang telah meninggal. “Jangan sebut mereka yang terbunuh saat ibadah kepada Allah sudah mati. Mereka hidup; jiwa mereka hidup. Orang-orang yang terbunuh dalam ibadah mereka di Surga. Tubuh mereka akan binasa tetapi jiwa mereka tidak akan binasa,” katanya.

Ahmed juga mendoakan seluruh warga Selandia Baru dan dunia selamat, penuh perdamaian dan kebahagiaan. Menurutnya, jika hati penuh cinta, maka kedamaian akan dimulai.

“Semua terima kasih dan pujian kepada Allah semesta alam, semoga damai dan rahmat atas semua. Aku memulai dalam nama Allah, yang penuh penuh kasih dan sayang. Itulah sebabnya saya telah memilih kedamaian. Saya telah memilih cinta dan saya telah memaafkan. Selandia Baru adalah negara yang damai dan akan tetap damai, insya Allah,” ujarnya.  

Untuk diketahui, acara ini juga turut dihadiri Menteri Jacinda Ardern dan pejabat lainnya termasuk  Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan istrinya. Ada pula pejabat tinggi dari 59 negara dan menampilkan pertunjukan dari Marlon Williams, Yusuf Islam (Cat Stevens), Holly Smith dan Teeks.

Nama-nama 50 korban serangan teror di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood dibacakan dengan keras di acara tersebut oleh anggota komunitas Muslim Masyarakat Antaragama. (njs/afp)

 

Baca juga:

Dukung Umat Muslim, Sejumlah Wanita Selandia Baru Kenakan Hijab

 


Back to Top