Dari Pelayanan Medis Hingga Dapur Umum, ACT Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

gomuslim.co.id – Sejak akhir Maret 2018 lalu, warga Palestina terus melakukan aksi unjuk rasa Great Return March. Aksi lantang ini untuk mendapat hak kembali hak atas tanah kelahirannya. Selama perjalanan itu pula, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menggulirkan bantuan kemanusiaan dari sumbangan masyarakat Indonesia.

Global Humanity Response ACT, Bambang Triyono mengatakan seiring dengan perjuangan bangsa Palestina yang terus berlanjut, dukungan dari Indonesia pun tidak akan pernah surut. Justru semakin bergelora membela kemanusiaan.

“Insya Allah, ACT akan membersamai para pejuang aksi Great Return March dengan mengadakan beberapa program yaitu Pelayanan Medis, distribusi air bersih dari Mobile Water Tank ACT, juga distribusi makanan siap santap dari Dapur Umum Indonesia yang ada di Gaza,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan aksi Pelayanan Medis akan menyasar ke tiga titik lokasi antara lain Jabalia Timur, Gaza Timur, hingga ke Tengah Kota Gaza. Seluruhnya akan berlangsung selama lima hari, sejak Jumat (29/03/2019) hingga Kamis (3/4) mendatang, dengan menjangkau lebih kurang 2.000 penerima manfaat.

 

Baca juga:

Penyanyi AS Ini Tegaskan Dukungannya pada Rakyat Palestina

 

“Dapur Umum Indonesia dan Mobile Water Tank akan mengikuti lokasi aksi Pelayanan Medis untuk distribusinya. Insya Allah, ACT akan support sebanyak 1.000 porsi makanan siap santap per hari dan ribuan liter air bersih. Tentu itu untuk para pejuang yang hadir di aksi unjuk rasa Great Return March,” paparnya.

Dukungan nyata Bangsa Indonesia untuk perjuangan Great Return March, bahkan sudah dimulai sejak pertama kali aksi ini digelar. Setahun silam, kala pertama kali emosi Warga Palestina di Gaza meletup di peringatan 50 tahun Nakba Day, segenap tim relawan ACT tak pernah absen mengawal aksi. Menjaga pasokan air bersih, menyiapkan makan siap santap, sampai menyiagakan ambulans dan tim medis lengkap dengan peralatan medisnya.

Nakba Day atau Hari Bencana, tahun 2018 lalu diperingati oleh bangsa Palestina sebagai hari kelam. Hari itu,50 Tahun silam atau tepatnya 15 Mei di tahun 1948 adalah hari pemindahan paksa 750.000 warga Palestina dari rumah mereka. Hari itu pula yang hingga kini diperingati sebagai hari kemerdekaan Israel, zionis yang secara terang-terangan merebut dan mengakui bahwa tanah Palestina sebagai tanah mereka. (njs/act)

 

 

Baca juga:

ACT Gelar Berbagai Aksi Solidaritas untuk Palestina


Back to Top